Jumat, 19 Juli 2019
17 Thu al-Qa‘dah 1440 H
Home / Lifestyle / Ilmu Sebagai Ciri Keimanan
FOTO I dok. embunhati.com
Kalau orang beriman tidak berpengatahuan maka akan kalah dan tersingkir,” ujar Dadang saat ditemui Sharianews, beberapa waktu lalu. 

Sharianews.com, JakartaKetua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad menyampaikan pesannya agar siapapun yang mengaku beriman tidak berhenti mencari ilmu. Sebab salah satu yang menjadi ciri keimanan seseorang adalah berilmu.

“Kalau orang beriman tidak berpengatahuan maka akan kalah dan tersingkir,” ujar Dadang saat ditemui Sharianews, beberapa waktu lalu. 

"Innama al-usri yusron. Setiap kesuksesan dimulai oleh kesulitan. Intinya kita harus belajar. Ciri orang beriman adalah berpengetahuan. Orang cerdas itu seperti kata nabi yaitu berpikir panjang dan bisa memilih mana jalan ketakwaan dan kebatilan," imbuh Dadang.

Menurutnya, menjadi beriman serta berilmu juga tidak terlepas dari amar maruf nahi munkar (berbuat kebaikan dan menjauhi kemunkaran). Meskipun akan mengalami kesulitan.

Terlebih adanya fenomena deis-me, terpapar sekularisasi, yang menyebabkan manusia tidak lagi memiliki kedekatan dengan Allah Swt.

“Kita selalu diawasi Allah tiap hari tiap detik. Banyak dari kita merasa jauh dari Allah. Mungkin kita terkena aliran deis-me. Aliran yang mengatakan Allah yang menciptakan kita itu tinggal jauh di sana. Tidak pernah ikut campur dalam kehidupan manusia. Seolah-olah tidak ada merasa diawasi,” lanjut dia.

Maka, peran ilmu dan iman di sini sangatlah signifikan. Dari keduanya manusia dapat membedakan antara takwa dan batil. (*)

Reporter: Fathia Rahma Editor: Achi Hartoyo