Kamis, 12 Desember 2019
15 Rabi‘ at-akhir 1441 H
Home / Keuangan / IHLC dan DinarStandard Luncurkan Peta Jalan Ekonomi Halal Indonesia
FOTO | Dok. aldi.sharianews.com
Kerangka Kerja Pengembangan Ekonomi Halal Nasional dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi secara cermat peluang-peluang usaha yang dapat mendorong pertumbuhan ekspor.

Sharianews.com, Jakarta Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) yang bermitra dengan DinarStandard, yang berbasis di Dubai, New York, dan Istanbul baru saja meluncurkan laporan bertajuk, “Indonesia Halal Economy and Strategy Roadmap” - Peta jalan Ekonomi Halal dan Strategi Indonesia.

Roadmap ini antara lain berisi panduan yang dapat digunakan untuk mendorong kegiatan ekspor lndonesia, Foreign Direct lnvestment (FDI) - investasi asing secara langsung dan pembukaan lapangan kerja.

Laporan perdana ini menempatkan Indonesia sebagai pasar domestik ekonomi halal terbesar di dunia yang dimotori oleh populasi muslim terbesar dengan jumlah 219 juta jiwa pada tahun 2017.

Disebutkan, belanja domestik pada produk dan jasa ekonomi halal mencapai 218,8 miliar dolat AS pada tahun 2017. Angka ini diproyeksikan akan terus tumbuh dengan 5,3 persen Compounded Average Growth Ratio (CARA) atau Rasio Pertumbuhan Rata-Rata Gabungan mencapai 330,5 miliar dolar AS pada tahun 2025.

Indonesia pengekspor terbesar 

Laporan tersebut juga menyoroti Indonesia sebagai pengekspor produk ekonomi halal terbesar di antara negara-negara yang memiliki mayoritas penduduk muslim dengan nilai 7.6 milyar dolar AS pada tahun 2017. Diyakini, hal ini akan memperkuat posisi dasar Indonesia sebagai mesin ekonomi halal dunia.

Disebutkan, ada beberapa peluang yang terbuka untuk meningkatkan pertumbuhan secara signifikan, mengingat saat ini Indonesia hanya mewakili 3,3 persen ekonomi halal dunia dari sisi kegiatan ekspor yang mencapai 249 miliar dolar AS pada tahun 2017.

Secara keseluruhan, Indonesia diproyeksikan masih dapat mendorong pertumbuhan ekonomi halalnya hingga mencapai 3,8 miliar dolar AS dari Produk Domestik Bruto (PDB) per tahun dan berpotensi menarik 1 miliar dolar AS investasi asing secara langsung, dan diperkirakan dapat membuka 127 ribu lapangan kerja yang baru per tahun.

Sapta Nirwandar, Chairman IHLC di Jakarta, Jumat ( 21/12) mengatakan, Kerangka Kerja Pengembangan Ekonomi Halal Nasional dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi secara cermat peluang-peluang usaha yang dapat mendorong pertumbuhan ekspor dan substitusi impor dengan tujuan memperkuat faktor-faktor penentu seperti dukungan pemerintah, daya saing operasional, pembiayaan Islam, serta keterlibatan beragam investasi. 

Lebih lanjut, Sapta Nirwandar mengaku bangga dapat memberikan panduan yang dapat dilaksanakan oleh industri-industri Indonesia untuk mendorong pertumbuhan mereka melalui ekonomi halal yang saat ini bertumbuh dengan pesat.

"Kami sudah menghubungkan pelaku industri halal dengan target pertumbuhan ekonomi lndonesia secara keseluruhan. Lima dari 22 sektor inti yang disoroti dalam rencana lndonesia jangka panjang adalah ekonomi halal yang berkaitan dengan sektor-sektor yang memberikan kontribusi 0,5-1 persen  pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB)," pungkas Sapta di Jakarta. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Ahmad Kholil