Jumat, 6 Desember 2019
09 Rabi‘ at-akhir 1441 H
Home / Keuangan / IFDI: Industri Keuangan Syariah Indonesia Peringkat Empat Dunia
IFDI merupakan indeks untuk mengukur perkembangan industri keuangan syariah, yang juga merupakan barometer tingkat kesehatan industri keuangan syariah.

Sharianews.com, Jakarta ~ Industri keuangan syariah semakin diakuin dunia. Islamic Finance Development Indicator (IFDI) memberikan peringkat keempat di dunia kepada Indonesia untuk pengembangan industri keuangan syariah.

IFDI merupakan indeks untuk mengukur perkembangan industri keuangan syariah, yang juga merupakan barometer tingkat kesehatan industri keuangan syariah.

Proposition Manager at Islamic Finance Team Revinitiv Thomson Reuters, Shaima Hassan menyampaikan, urutan empat teratas negara pengembangan industri keuangan syariah diduduki oleh Malaysia, Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA) dan Indonesia.

“Tahun ini Indonesia menempati peringkat keempat, pada tahun sebelumnya Indonesia menempati peringkat kesepuluh,” jelasnya menegaskan, dalam acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF), di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (12/11).

Dalam laporan IFDI 2019, ada beberapa hal yang mejadi pertimbangan Indonesia menepati peringkat keempat. Petama, Indonesia adalah salah satu negara dengan pertumbuhan tercepat, dengan aset keuangan Syariah naik 5 persen dari 82 dolar AS di 2017 menjadi 86 dolar AS di 2018.

Kedua, rangking Indonesia berdasarkan IFDI di tahun 2019 adalah peringkat 4, meningkat dari peringkat 10 di tahun sebelumnya. Ketiga, peringkat Indonesia sangat dipengaruhi oleh indikator Pengetahuan Keuangan Islam (Islamic Finance Knowledge) yang didalamnya termasuk peningkatan pendidikan dan riset keuangan syariah.

Keempat, faktor peningkatan penilaian IFDI juga didukung oleh tata kelola pemerintahan yang semakin baik. Selain itu pemerintah Indonesia juga telah membuat roadmap-roadmap ekonomi dan keuangan syariah.

Kelima, Melalui KNKS, pemerintah telah meluncurkan Masterplan Ekonomi Syariah (MEKSI) 2019-2024 yang merupakan kerangka kerja pembangunan, strategi dan rencana aksi dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia. Salah satu fokus utama dari MEKSI adalah pendidikan keuangan syariah, yang saat ini Indonesia sudah menjadi terdepan di dunia.

Keenam, KNKS juga telah bekerja sama dengan berbagai pihak dalam mengembangkan platform keuangan digital yang dapat digunakan sebagai sistem pembayaran dengan keunggulan dapat mendistribusikan dana sosial keagamaan (Ziswaf) dan membantu koperasi syariah, serta BMT dalam pengelolaan dana.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), Ventje Rahardjo mengatakan, peningkatan peringkat tersebut merupakan apresiasi dari dunia. “Peningkatan ini tentu menggembirakan, karena ini juga pengakuan terhadap pemerintah dan pelaku industri dalam pengembangan ekonomi syariah Indonesia,” sambungnya.

Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) bersama KNKS menyelenggarakan ISEF 2019 yang berlangsung pada 12-17 November 2019, di Jakarta Convention Center, Jakarta. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo

Tags: