Selasa, 18 Juni 2019
15 Shawwal 1440 H
Home / Ekbis / ICMI Proses Pembentukan Badan Wakaf Nasional
FOTO I Dok. Balikpapan pos
Seperti diketahui, ICMI adalah pelopor keuangan syariah. Pasalnya, berdirinya bank syariah pertama di Indonesia ini merupakan hasil perjuangan dari tokoh-tokoh ICMI di awal tahun 90-an.

Sharianews.com, Jakarta ~ Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) mempunyai program-program untuk pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Seperti yang disampaikan oleh sekjen ICMI, Mohammad Jafar Hapsah saat ditemui Sharianews di kantor sekretariat ICMI, Warung Buncit.

"Saat ini, ICMI sedang memproses dan membentuk bank wakaf nasional, idenya kita sedang kembangkan dan sudah kita ajukan ke presiden, sebelumnya bersama MUI kita mendirikan bank wakaf mikro," ungkap Jafar, Jumat (18/1).

Seperti diketahui, lanjut Jafar, ICMI adalah pelopor keuangan syariah. Pasalnya, berdirinya bank syariah pertama di Indonesia ini merupakan hasil perjuangan dari tokoh-tokoh ICMI di awal tahun 90-an.

Pengembangan dari ekonomi syariah saat ini akan terus diteruskan, dengan memberikan draft atau rancangan konsep untuk membesarkan pengembangan ekonomi syariah.

"Kita juga bekerja sama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), karena awalnya dulu kita termasuk yang mempeloporinya juga. Selain itu, juga pengembangan ekonomi umat dengan basis syariah, mulai dari pendanaan, cara transaksi, model bisnis semuanya ekonomi syariah," sambung Jafar.

Dan yang perlu ditambahkan, ICMI mendeklarasikan pembentukan ICMA (Ikatan Cendekiawan Muslim Asia) dengan tujuan bagaimana negara di Asia Tenggara menjadi rahmatan lil alamiiin.

"Hal itu yang melatarbelakangi konsep tersebut dan itu yang mau kita tularkan di Asia Tenggara khususnya," ujar Jafar.

ICMI selalu membuat konsep-konsep pengembangan mengenai ekonomi, sosial, hukum, pengembangan jaringan muslim seperti menghidupkan kembali forum 5 cendekiawan di tingkat orpus, orwil, dan orda.

"Itulah konsep-konsep dan pemikiran ICMI yang selanjutnya akan terus dikembangkan," tutup Jafar. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo