Sabtu, 25 Mei 2019
21 Ramadan 1440 H
Home / Keuangan / ICMI Optimis Bank Muamalat Kembali Berjaya
“Kepercayaan masyarakat kepada bank ini beda dengan bank yang lain, jadi modal sosialnya jauh lebih kuat. Partisipasi dalam pembentukan pendirian bank ini membuat dia bukan perusahaan biasa,” tutur Jimly.

Sharianews.com, Jakarta ~ Bank Muamalat Indonesia berencana melepas 50,3 persen saham kepada Al Falah Investment Pte Limited. Menanggapi hal tersebut, Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, Jimly Asshiddiqie menyatakan dukungannya terhadap akusisi tersebut.

Jimly optimistis, Bank Muamalat akan kembali berjaya dengan akusisi tersebut. ICMI menerima sepenuhnya mekanisme teknis korporasi. Ini merupakan langkah yang tepat untuk perbaikan Bank Muamalat.

“Jadi yang sudah-sudah, saya merasa ini lebih baik, apalagi yang masuk ini namanya Al Falah, kemenangan artinya,” jelasnya menegaskan, di Muamalat Tower, Jakara, Selasa (15/5).

Jimly berharap, sistem ini bisa diterima perbankan dan oleh Otoritas Jasa Keuangan yang mempunyai kewenangan menentukan dan mengizinkan.

Jimly mengakui, masyarakat mendoakan Bank Muamalat agar permasalahannya cepat selasai, karena bagaimanapun, Bank Muamalat dimiliki oleh umat dan besar dari umat.

“Kepercayaan masyarakat kepada bank ini beda dengan bank yang lain, jadi modal sosialnya jauh lebih kuat. Partisipasi dalam pembentukan pendirian bank ini membuat dia bukan perusahaan biasa,” tutur Jimly.

Bank Muamalat memiliki posisi yang kuat di mata masyarakat. Oleh sebab itu, Bank Muamalat harus dijaga. Sebagai pengurus ICMI, Jimly menegaskan dukungannya, menjaga supaya Bank Muamalat ini terus sukses.

Menurutnya, Bank Muamalat merupakan simbol suksesnya sistem ekonomi syariah Indonesia. Walaupun sekarang semua bank pemerintah maupun swasta yang nonmuslim sudah mengembangkan sistem keuangan syariah, tetapi Bank Muamalat tetap dianggap sebagai pionir.

“Maka, Bank Muamalat punya sejarah, punya makna simbolik yang jauh dari bank-bank syariah yang lain,” pungkas Jimly. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo