Sabtu, 4 Februari 2023
14 Rajab 1444 H
Home / Keuangan / IAEI, Organisasi Think Tank Pengembangan Ekonomi Syariah Indonesia
-
Organisasi profesi ini memberi sumbangsih berharga bagi tumbuh-kembang ekonomi syariah Indonesia.

Organisasi profesi ini memberi sumbangsih berharga bagi tumbuh-kembang ekonomi syariah Indonesia.

Sharianews.com. Jakarta - Perkembangan ekonomi syariah tanah air tak bisa dilepaskan dari peran Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI). Bisa dikatakan IAEI adalah organisasi think tank bagi pengembangan ekonomi syariah.  

Organisasi yang berdiri sejak 3 Maret 2004 ini banyak melakukan kajian, riset, pengembangan, pendidikan, dan sosialisasi ekonomi Islam. 

“Kami terus mengembangkan riset-riset di bidang ekonomi dan keuangan syariah, menggerakkan kampus-kampus untuk melakukan kajian ilmiah, sosialisasi, sertifikasi, dan edukasi melalui berbagai seminar, pelatihan, dan banyak lainnya,” papar Ketua Dewan Pimpinan Pusat IAEI, Agustianto, kepada Sharianews.com.

Terkait riset, IAEI membuat Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah (FREKS). Forum ini program tahunan IAEI bersama Otoritas Jasa Keuangan dengan mengundang para akademisi untuk terlibat dalam upaya mendukung pengembangan riset keuangan syariah, perbankan syariah, pasar modal syariah, dan industri keuangan nonbank syariah.

Pada 2018 ini, tajuk yang diusung adalah “Mendorong Kontribusi Sektor Jasa Keuangan Syariah dalam Pemerataan Kesejahteraan Masyarakat”. IAEI bersama OJK mengundang para peneliti untuk mengirim hasil risetnya untuk dibahas dalam forum yang akan diadakan 18-19 September 2018 di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh ini.

Batas akhir penerimaan makalah dari para akademisi pada 31 Juli 2018. Untuk selanjutnya di-review oleh tim juri. Pengumuman finalis diumumkan awal September 2018.

Dari berbagai hasil risetnya, IAEI memberikan rekomendasi yang ditujukan kepada pemerintah.

Menurut Agustianto, sebagian besar rekomendasi IAEI itu dijalankan oleh pemerintah. Di antaranya adalah pendirian Badan Pengelola Keuangan Haji (BKH) dan Komisi Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang masih dalam proses.

“Masih terus berjalan proses pendirian KNKS ini. Tim seleksi sedang dibentuk untuk menjaring dan menyeleksi enam calon Direktur KNKS. Yang sampai saat ini belum terlaksana adalah proses pendirian bank wakaf,” tutur dosen pascasarjana ekonomi Islam Universitas Trisakti, yang juga calon dalam bursa tim seleksi ini.

Ia menambahkan, secara garis besar rekomendasi IAEI seputar sinergi lembaga-lembaga untuk mendorong arus baru bagi perkembangan ekonomi dan keuangan syariah.

“Kami tak pernah berhenti untuk kerjasama dan sinergi dengan berbagai lembaga seperti Bank Indonesia, OJK, Kementerian Keuangan, dan lembaga-lembaga keuangan lainnya untuk sosialisasi dan edukasi dalam bidang asuransi, sukuk, perbankan syariah untuk mendorong arus baru ekonomi dan keuangan syariah,” urainya.

Sebagai organisasi para akademisi dan praktisi, IAEI bertujuan untuk membangun jaringan dan kerjasama dalam mengembangkan ekonomi Islam, baik nasional maupun Internasional.

IAEI mempunyai visi, menjadi wadah para pakar ekonomi Islam yang memiliki komitmen dalam mengembangkan dan menerapkan ekonomi syariah di Indonesia

Visi ini diturunkan menjadi lima misi. Pertama, memberikan kontribusi nyata kepada pemerintah, baik pemikiran konstruktif maupun aksi riil dalam pembangunan ekonomi Indonesia yang berkeadilan.

Kedua, menyiapkan sumberdaya manusia Indonesia yang berkualitas di bidang ekonomi dan keuangan Islam melalui lembaga pendidikan dan kegiatan pelatihan.

Ketiga, membangun sinergi antara lembaga keuangan syariah, lembaga pendidikan dan pemerintah dalam membumikan ekonomi syariah di Indonesia.

Keempat, membangun jaringan dengan lembaga-lembaga Internasional, baik lembaga keuangan, riset maupun organisasi investor internasional.

Kelima, memajukan ekonomi Islam melalui kajian dan penelitian terhadap berbagai potensi kreatif untuk pengembangan dan pelaksanaan ekonomi Islam, baik nasional maupun internasional. (*) 

 

 

Penulis: A.Rifki