Sabtu, 23 Januari 2021
10 Jumada al-akhirah 1442 H
Home / Global / Hukum Cambuk Dihapuskan di Arab Saudi
Foto dok Freepik
Arab Saudi telah menyatakan untuk menghapus hukuman cambuk sebagai bentuk hukuman.

Sharianews.com, Arab Saudi telah menyatakan untuk menghapus hukuman cambuk sebagai bentuk hukuman, menurut dokumen hukum.

Komisi Hak Asasi Manusia Arab Saudi menyatakan langkah tersebut sebagai sebuah langkah besar dalam program reformasi yang diluncurkan oleh raja dan putra Arab Saudi. Arahan dari Mahkamah Agung Arab Saudi mengatakan, cambuk akan digantikan dengan hukuman penjara atau denda.

"Keputusan ini menjamin bahwa terpidana yang sebelumnya akan dihukum cambuk mulai sekarang akan menerima denda atau hukuman penjara," kata Ketua Komisi Awad al-Awad seperti dikutip dari AFP, Sabtu (25/4).

Pernyataan ini dikeluarkan hanya beberapa hari setelah catatan hak asasi manusia kerajaan kembali menjadi sorotan menyusul berita kematian aktivis terkemuka Abullah al-Hamid, 69 di tahanan beberapa waktu lalu.

Meskipun menghentikan hukuman cambuk. mereka menyatakan reformasi hukum yang diawasi oleh Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman belum memutuskan untuk menghentikan hukuman mati.

Para pegiat mengatakan, Arab Saudi memiliki salah satu catatan terburuk untuk hak asasi manusia di dunia, dengan kebebasan berekspresi sangat dibatasi dan mengkritik pemerintah dapat berhadapan dengan ancaman penangkapan sewenang-wenang.

Sebagai informasi, hukuman cambuk sering diperintahkan pengadilan di Arab Saudi. Cambukan biasanya diperintahkan untuk para terpidana yang dinyatakan bersalah atas pidana mulai dari seks di luar nikah, pelanggaran perdamaian hingga pembunuhan.

Cambukan yang diberikan terkadang mencapai ratusan cambukan.  Kasus hukuman cambuk paling terkenal  dalam beberapa tahun terakhir menimpa blogger Saudi Raif Badawi.

Ia dijatuhi hukuman 10 tahun penjara dan 1.000 cambukan pada tahun 2014 atas tuduhan "menghina" Islam. Hukuman tersebut telah lama menuai kecaman dari kelompok hak asasi manusia.

Dia seharusnya menerima 1.000 cambukan yang dicicil mingguan. Tetapi, kemarahan dunia dan laporan bahwa dia hampir mati menghentikan bagian dari hukumannya.

Rep. Aldiansyah Nurrahman