Sabtu, 8 Agustus 2020
19 Thu al-Hijjah 1441 H
Home / Keuangan / Hoaks Ajakan Penarikan Dana di Perbankan, OJK Melapor ke Polri dan BIN
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta masyarakat mewaspadai beredarnya informasi hoaks di media sosial yang mengajak untuk melakukan penarikan dana di perbankan.

Sharianews.com, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta masyarakat mewaspadai beredarnya informasi hoaks di media sosial yang mengajak untuk melakukan penarikan dana di perbankan.

Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo menyampaikan bahwa informasi yang beredar tersebut adalah informasi hoaks dan tidak benar.

Berdasarkan data OJK Mei 2020, tingkat permodalan dan likuiditas perbankan masih dalam kondisi yang aman. Rasio kecukupan permodalan (CAR) perbankan sebesar 22,16 persen. (di atas ketentuan), sementara hingga 17 Juni, rasio alat likuid/ non-core deposit dan alat likuid/Dana Pihak Ketiga (DPK) terpantau pada level 123,2 persen dan 26,2 persen jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen.

“OJK telah melaporkan informasi hoaks ini kepada pihak Bareskrim Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk diusut dan ditindak sesuai ketentuan karena telah menimbulkan keresahan di masyarakat,” jelas Anto, Rabu (1/6).

Sesuai Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), para penyebar hoaks diancam hukuman penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar.

Masyarakat diimbau untuk senantiasa memastikan informasi tentang keuangan yang diterima adalah informasi yang benar dan valid dengan menghubungi Kontak OJK di nomor 157 atau layanan Whatsapp resmi 081157157157.

Bahaya hoaks penarikan uang

Membuat masyarakat resah dan panik

Membuat masyarakat yang menjadi nasabah mengalami kerugian seperti mengambil simpanan/deposito yang belum jatuh tempo sehingga nilainya turun

Menguntungkan pihak-pihak tidak bertanggungjawab yang mengambil keuntungan dari fluktuasi kurs dan indeks saham akibat kepanikan masyarakat

Membahayakan pelaku usaha dan perekonomian karena perputaran uang tidak berjalan

Rep. Aldiansyah Nurrahman