Minggu, 1 November 2020
16 Rabi‘ al-awwal 1442 H
Home / Keuangan / HIPMI Menilai Merger Bank Syariah Himbara Tepat Saat Pandemi
70 persen kegiatan ekonomi dan keuangan syariah saat ini masih berpusat di perbankan syariah

Sharianews.com, Jakarta - Penggabungan atau merger tiga bank umum syariah pelat merah oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) disambut positif oleh kalangan pengusaha muda karena langkah tersebut dinilai tepat untuk memperkuat pengembangan serta posisi ekonomi dan keuangan syariah Indonesia.

Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Arief Rosyid mengatakan merger bank-bank umum syariah anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) merupakan kebijakan yang tepat. Penggabungan ini dipercaya bisa meningkatkan dan memperkuat pengembangan serta posisi ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

“Menurut saya, langkah yang diambil Erick Thohir selaku Menteri BUMN tepat dan membawa angin segar untuk kemajuan ekonomi dan keuangan syariah, mengingat sekitar 70 persen kegiatan ekonomi dan keuangan syariah saat ini masih berpusat di perbankan syariah,” kata Arief di Jakarta, Rabu (14/10).

Arief memandang merger bank umum syariah milik negara merupakan bukti komitmen pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin dalam mendorong kemajuan ekonomi syariah di Indonesia. Kebijakan ini dianggapnya tepat dilakukan ketika pandemi Covid-19 masih belum mereda.

Alasannya, di tengah pandemi Covid-19 terbuka lebar kesempatan Indonesia untuk mengambil momentum memajukan perekonomian nasional. Momentum ini bisa didorong dengan aksi merger bank umum syariah milik Himbara, yang selama pandemi tercatat memiliki kinerja baik dan di atas rata-rata industri perbankan nasional.

“Keberpihakan Menteri Erick Thohir ini melanjutkan komitmen Presiden Jokowi dan Wakil Presiden KH Maruf Amin yang selama ini berupaya mendorong kemajuan umat Islam dalam konteks ekonomi,” katanya.

Rep.Aldiansyah Nurrahman