Minggu, 7 Juni 2020
16 Shawwal 1441 H
Home / Lifestyle / Hijrah dan Halal Lifestyle Menurut Dewi Sandra
FOTO | Dok. arif.sharianews.com
Dewi Sandra mendukung adanya UU Jaminan Produk Halal

Sharianews.com, Jakarta. Dewi Sandra, salah satu narasumber yang hadir dalam sebuah talkshow di gelaran Indonesia Halal Expo 2018 di gedung Smesco, Jakarta (1/11) menyampaikan pendapat pribadinya mengenai gaya hidup halal yang ia jalani setelah berhijrah dan memutuskan untuk mengenakan hijab.

Dalam acara talkshow tersebut Dewi mengatakan, hijrah adalah suatu hal yang penting untuk menjalani kehidupan dengan benar. Ia membagi pengalamannya kepada Sharianews mengenai keputusannya untuk berhijab. Ia mendapatkan hidayah setelah selesai menunaikan sholat malam dan membaca surat Al Ahzab ayat 59.

Dalam ayat tersebut ia membaca ayat yang memerintahkan kepada para wanita untuk memakai hijab. Dewi mengakui, sebelum berhijrah ia selalu berfikir bahwa seorang perempuan yang mengenakan hijab selalu memiliki aura positif dan kharismatik tersendiri.

Alasan tersebut secara perlahan membuatnya tertarik untuk mencari tahu alasan wanita mengenakan hijab. Sebagai brand ambassador dari produk Wardah, Dewi Sandra mengakui bahwa sebenarnya bukan Wardah yang memilihnya untuk menggunakan produk tersebut, melainkan dia yang memutuskan sendiri untuk memakai Wardah.

Ia berpendapat, ketika memutuskan untuk berhijrah, maka bukan hanya tentang pakaian yang diganti, tetapi juga produk-produk yang ia konsumsi. Sejak itulah dia mulai memilih kosmetik halal untuk kesehariannya.

Sebagai manusia, sudah semestinya mencari sesuatu yang baik untuk dirinya. Dewi berpendapat dengan mengonsumsi produk halal adalah salah satu bentuk rasa syukur. Kalau ditanya seberapa penting produk halal bagi dirinya, ia mempunyai jawaban tersendiri. Menurutnya, dalam kehidupan ada dua hal yang selalu bertolak belakang. Ada baik, ada buruk, ada halal maka ada haram, jadi ketika kita tidak mengonsumsi yang halal, maka yang haramlah yang akan mendominasi.

Dewi Sandra juga menceritakan pengalamannya ketika mengunjungi salah satu restoran yang mengaku sudah halal. Ternyata masih ada beberapa bahan makanan yang terkategori haram setelah ia tanya langsung kepada pemiliknya.

Sangat disayangkan, apabila masih ada yang mengedepankan keuntungan pribadi, daripada menjaga manusianya. Dalam hal ini, kita sebagai konsumen yang harus teliti untuk memperhatikan produk-produk yang akan kita konsumsi. Apakah produk tersebut tergolong halal atau tidak.

Dewi Sandra sangat setuju dengan adanya rencana penerapan UU No. 33 tentang Jaminan Produk Halal (JPH). Karena hal tersebut akan membantu konsumen untuk memilih produk yang sesuai dengan yang dibutuhkan dan sesuai dengan syariat agama yang diyakini. (*)

 

Ahmad Kholil