Sabtu, 20 April 2019
15 Sha‘ban 1440 H
Untuk membuat bisnis harus mengetahui dulu produk, target pasar yang akan digarap serta cara menjalankannya.

Sharianews.com, Jakarta. Hijrah Coach membimbing bisnis para pengusaha dengan nilai-nilai ke-Islaman, hal tersebut disampaikan Firm Owner Coach of Hijrah Coach, Pribadi Ludiro Seto.

Ludi menerangkan Hijrah Coach tidak hanya mengedukasi bisnis untuk tujuan dunia, tetapi juga perlu memiliki target yang lebih, bukan hanya sekedar dunia.

“Kita perlu sadarkan ke teman-teman apa yang kita lakukan di dunia ini, sayang sekali kalau tidak bernilai ibadah, karena itu tujuan hidup kita sebenarnya” jelas Ludi, di Jakarta, Sabtu  (17/11/2018).

Menurut Ludi apapun yang dilakukan termasuk dalam bisnis harus ada muatan ibadahnya, itu mereka harus dijadikan target. Misalnya, ingin bisnis agar bisa membangun pesantren atau nanti mempunyai yayasan kemanusiaan untuk kaum dhuafa.

Hal-hal yang seperti itu yang Hijrah Coach dorong. “Bisnis bukan tujuan sebenarnya, tetapi jembatan untuk menuju suatu gol yang lebih besar. Ini penting sekali, makanya kita ingin seluruh pebinsis menanamkannya,” ujar Ludi.

Lebih lanjut, ia mengatakan ketika terlalu fokus dengan bisnis, sering kali terlupa pada hal-hal yang fundamental seperti ini. Akan menjadi percuma jika melakukan aktvitas yang tidak bernilai karena memang waktu pebisnis banyak dilakukan tempat bisnis dibanding di masjid misalnya.

“Maka dari itu bagaimana caranya agar tidak merugi, kita perlu melakukan aktivitas bisnis yang punya nilai ibadah, itu perlu di tanamkan,” pungkas Ludi.

Sementara itu, Intan Erlita, Presenter TV dan Firm Owner Coach Hijrah Coach mengatakan untuk membangun pola pikir bisnis dengan nilai Islam tersebut, sebelumnya harus melihat visi dan misi perusahaannya, produk yang dijual, setelah itu baru bisa membangun dasar pola pikir nilai ke-Islaman

“Karena kita tidak bisa tiba-tiba Islamic value based jika kita belum tahu produk apa yang akan dijual, target pasarnya siapa dan bagaimana cara menjalakannya,” ungkap peremuan yang juga dikenal sebagai psikolog ini. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo