Selasa, 23 April 2019
18 Sha‘ban 1440 H
Hijrah Coach, membekali pelaku bisnis UMKM kemampuan perencanaan bisnis sekaligus cara mencapai target dan memahami resikonya sesuai targetnya.

Sharianews.com, Jakarta. Hijrah Coach menggelar wokshop tentang dunia usaha. Kegiatan ini bertajuk “90 Days Business Optimizer, Cara Praktis Melakukan Optimasi Bisnis Anda dalam 90 Hari ke Depan”. Mereka yang mengikuti acara ini, tidak hanya dibekali strategi dalam berbisnis, tetapi juga diberikan coaching dan mentoring selama tiga bulan ke depan.

Firm Owner Coach of Hijrah Coach, Pribadi Ludiro Seto mengatakan ini merupakan program untuk meningkatkan kemampuan bisnis. Diikuti oleh para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), pelaku usaha yang sudah besar maupun starup, dan mereka yang memang baru ingin terjun di dunia usaha.

Tujuan kegiatan ini adalah membantu meningkatkan omset hingga ratusan persen. Membangun kesadaran bahwa rencana bisnis tidak hanya sekadar mimpi, tetapi mengetahui bagaimana cara melakukannya, memberi pembekalan  bagaimana mencapai target dan memahami resiko sesuai dengan targetnya.

“Kita perlu meng-equip, melengkapi teman-teman pengusaha dengan tujuan hidup yang jelas. Hijrah Coach punya tools-nya dengan itu, mereka bisa menemukan tujuan hidupnya sebenarnya apa. Ini harus berkolerasi dengan aktivitas hidupnya sebagai pengusaha,”jelas Ludi, di Hotel Neo Kabayoran +, Jakarta, Sabtu (17/11/2018).

Selain itu, peserta juga diberi pemahaman tentang literasi keuangan, berbicara mengenai perhitungan keuangan, bagaimana arus keuangan, mengatur penganggaran biaya dengan baik dan perhitungan profit.

Dari sini para pegusaha juga akan disadarkan prihal keuangannya, apakah masih bercampur antara uang bisnis dengan uang sehari-hari, bagaimana cara memisahkan dan membaginya.

Selain itu, juga diajarkan menentukan target penjualan. Ludi menjelaskan untuk menentukan pendapatan omset yang dikehendaki harus menentukan berapa target penjualannya.

Caranya dapat dibagi dalam skala waktu dan menentukan target, pembagian waktunya dari satu tahun, dipecah sampai pada hitungan satu bulan berapa target penjualannya, kemudian diklasifikasikan.

Misalnya Rp 100 juta perbulan itu dihasilkan dari mana, dari produk apa yang dijual dan melalui apa. Sebagai contoh, bisnis makanan jualannya melalui outlet, delivery atau online sells itu perlu ditetukan

“Rp 100 juta itu berapa persen yang dari online, berapa persen dari outlet, berapa persen yang dia delivery, perlu di breakdown seperti itu,” papar Ludi.

Perlunya bisnis desain

Setelah itu diperlukan bisnis desain (BD). Ludi mengungkapkan BD tidak hanya diperlukan orang yang baru mulai menjalankan bisnis, bahkan juga untuk mereka yang sudah lama terjun

BD adalah merupakan salah satu bentuk aktivitas operasional di perusahaan besar. Tiap per tiga bulan, per enam bulan perusahaan terus melakukan redesign. Di dalamnya ada beberapa komponen yang terlibat. Seperti komponen pelanggan, produk atau elemen sells, sells channel, marketing, dan infrasturkur.

Tidak kalah penting, kegiatan ini dilengkapi dengan digital marketing sebagai sesuatu yang fundamental. Bagaimana bisa sukses dengan memaksimalkan digital marketing.

Sementara, Psikolog sekaligus Firm Owner Coach of Hijrah Coach Intan Erlita mengatakan ada pebisnis yang punya nafsu sesaat atau tidak lama berbisnis, misalnya karena ada modal dan kesempatan, akhirnya menjadi pebisnis, tetapi mereka lupa, mereka belum tahu bagaimana menjalankan bisnis itu.

Berjualan, buka toko, ada barangnya, terus what next ? Ke depannya seperti apa tidak tahu. "Maka dari itu, banyak sekali pebisnis pemula yang ibaratnya gulung tikar di tahun-tahun pertama. Karena belum mengetahui seperti apa running business-nya di tengah jalan berenti,”ungkap Intan.

Lebih lanjut, ia mengatakan Hijrah Coach menawarkan solusi itu mendampingi para pebisnis membangun kesadaran dalam berbisnis. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Ahmad Kholil