Jumat, 22 Januari 2021
09 Jumada al-akhirah 1442 H
Home / Global / Helianti Hilman, Pengusaha Muslim dan Upaya Sejahterakan Petani Indonesia
FOTO | Dok. www.salaamgateway.com
Dewasa ini semakin banyak pengusaha muslim yang menerapkan praktik bisnis yang etis, untuk membangun dan memberdayakan kembali ekonomi berbasis pertanian lokal.

Sharianews.com, Jakarta. Untuk meningkatkan perkembangan ekonomi syariah dan mensejahterakan petani Indonesia, dewasa ini banyak bermunculan para pengusaha muslim di berbagai bidang. Salah satunya adalah di bidang agrobisnis, pertanian.

Dilatari oleh tingkat kesejahteraan petani lokal yang masih rendah dan penghasilan yang masih minim, banyak pengusaha muslim mulai menerapkan praktik bisnis yang etis, dengan membangun kembali ekonomi lokal, dengan memperbaiki proses pengolahan dan pengemasan serta pola rantai distribusi untuk membuka pasar lebih luas, sehingga memperoleh keuntungan yang maksimal.

Dikutip dari Salaam Gateway, sebagian pendiri perusahaan sosial di KTT Global Islamic Economy (GIES), baru-baru ini ikut memaparkan strategi bisnisnya dalam mendorong pengembangan ekonomi berbasis kekayaan sumber daya alam lokal di KTT GIES di Dubai.

Javara: Memfasilitasi petani lokal

Indonesia terkenal dengan negara yang memiliki kekayaan biodiversitas melimpah. Kesempatan ini mendorong para pengusaha muslim Indonesia terpanggil membentuk sebuah wadah usaha penyedia produk makanan artisan dengan memberdayakan petani pribumi.

Salah satunya adalah Javara, penyedia produk makanan organik dan alami yang hadir untuk memberikan solusi kreatif untk masalah yang tengah oleh banyak petani lokal di Indonesia. Javara hadir dengan produk yang didedikasikan untuk menjaga dan mempromosikan keanekaragaman hayati bahan pangan Indonesia di seluruh rantai nilainya.

Sebagai perusahaan sosial, Javara membeli produk pertanian langsung dari para petani lokal di daerah kemudian, memproses dengan kemasan menarik dan memasarkan sebagian besar produknya ke pasar di Eropa, Amerika, Asia, dan Hotel, Restoran dan Supermarket besar di Indonesia. 

“Kami memulai dengan hanya 10 petani dan delapan produk. Sekarang kami memiliki 700 produk organik dan artisan. Kami bekerja dengan 52.000 petani di seluruh nusantara dan mengekspor ke 23 negara di lima benua,”kata Helianti Hilman, Founder dan Chief Executive Javara, pada KTT Global Ekonomi Global 2018,  di Dubai (31/10/18).  

Helianti mengatakan, Javara didirikan pada tahun 2008 atas permintaan dari petani untuk membantu mereka dalam mempertahankan warisan keanekaragaman hayati Indonesia. Menurutnya, Javara juga merupakan perusahaan pertama di Indonesia yang menyediakan asuransi jaminan sosial bagi para petani, yang biasanya tidak memiliki cakupan semacam itu. 

“Perusahaan kami tidak hanya fokus pada bagaimana membangun dan mengembangkan merek, tetapi juga orang-orang yang berkecimpung di belakangnya. Sebagian besar kemasan dalama produk kami dikemas dengan wajah petani atau topi mereka atau cerita tentang bagaimana makanan diproduksi,”kata Hilianti.  

Lebih lanjut, Helianti mengatakan tantangan terbesar dalam menjalankan perusahaan adalah mendidik rantai pasokan, khususnya produsen.

Untuk itu, Hilianti menciptakan Javara Academy. Sekolah untuk membantu para petani muda, pencari nafkah, dan nelayan untuk menjadi pengusaha makanan dengan memberikan mereka keterampilan, jaringan dan modal awal. 

“Dibutuhkan banyak pekerjaan untuk menjembatani antara pasar global dan semua petani kecil yang bekerja sama dengan kami. Kami melibatkan petani melalui program kewirausahaan untuk mengajari mereka cara menghormati profesi mereka dan membangun harga diri mereka,”kata Founder Javara tersebut. 

"Setelah Anda menginspirasi mereka dan membangun harga diri mereka, mereka akan melakukan sisanya sendiri,"kata Helianti menutup sesi pembicaraan.(*)

Sumber: www.salaamgateway.com

 

Reporter: Fathia Rahma Editor: Ahmad Kholil