Kamis, 28 Januari 2021
15 Jumada al-akhirah 1442 H
Home / Lifestyle / Hati-hati MLM Syariah Palsu, Ini Dia 7 Perusahaan MLM Sesuai Fatwa MUI
doc|SEF UGM
Di antara MLM syariah dan konvensional, keduanya memiliki perberbedaan dari segi sistem serta landasan operasionalnya.

Sharianews.com, Berkembangnya isu-isu perusahaan yang mengaku sebagai Perusahaan Langsung Berjenjang Syariah (PLBS) atau Multi Lavel Marketing (MLM) syariah, membuat masyarakat bimbang. Pasalnya, perusahaan MLM yang mengaku sudah syariah tersebut hanya memalsukan identitas dan dinilai belum pantas menerima sertifikasi halal oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI).

Di antara keduanya, MLM syariah dan konvensional memiliki perbedaan dari segi sistem serta landasan operasionalnya. Di mana Alquran dan Hadits menjadi landasan utama bagi sistem yang dijalani bisnis ini.

Dikutip dari katabaca, MLM yang menggunakan strategi pemasaran bertingkat (levelisasi) mengandung unsur yang positif, ketika diisi dengan nilai-nilai Islam dan sistemnya disesuaikan dengan syariah Islam. MLM dipandang memiliki unsur-unsur silaturahmi, dan dakwah melalui jaringan yang dibangunnya. Namun ketika teknis sistem MLM terindikasi menyimpang dari prinsip islami, maka MLM tersebut tidak patut menggunakan label syar’i.

Dasar analisa untuk bisnis marketing MLM menurut Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) dalam situsnya iaei-pusat.org, antara lain produk yang dipasarkan harus berkualitas, halal, thayib dan menjauhi syubhat atau keraguan.

Sistem akadnya, operasional, kebijakan, corporate culture pun harus memenuhi kaidah dan rukun jual beli sebagaimana yang terdapat dalam hukum Islam (fikih muamalah).

Kemudian dalam formula intensif harus adil, tidak menzalimi, dan berorientasi pada kemaslahatan serta tidak ada excessive mark up atau kenaikan harga jual barang (harga barang di-mark up sampai dua kali lipat), sehingga konsumen dan anggota terkena praktik terlarang dalam bentuk ghabn fahisy dengan harga yang amat mahal, tidak sepadan dengan kualitas dan manfaat yang diperoleh.

Apabila terdapat bonus yang diberikan pun harus jelas angka nisbahnya sejak awal dan pembagiannya harus mencerminkan usaha masing-masing anggota, tidak ada eksploitasi dalam aturan pembagian bonus tersebut.

Selanjutnya adalah tidak menitikberatkan  barang-barang tersier, terutama saat umat masih bergelut dengan pemenuhan kebutuhan primer. Dalam sistemnya, MLM tidak boleh menggunakan sistem piramida yang merugikan orang yang paling belakangan masuk sebagai member. Begitupun apabila mengadakan penghargaan kepada mereka yang berprestasi tidak boleh mencerminkan hura-hura dan pesta yang tidak syariah.

7 MLM Syariah menurut DSN MUI

Dengan adanya pengakuan perusahaan berlabel syariah tersebut, DSN MUI mengumumkan melalui lamannya, tujuh perusahaan MLM syariah yang sudah mendapatkan sertifikasi halal dari DSN MUI.

Pertama adalah PT Veritra Sentosa Internasional, perusahaan yang bergerak di bidang Layanan Pembayaran Multiguna. Dengan nomor surat keputusan 010.57.01/DSN-MUI/VIII/2017, menandakan kelayakan beroperasi sesuai syariah bagi perusahaan ini.

Kedua, PT Momen Global Internasional yang mendapatkan pengakuan sebagai perusahaan MLM  syariah melalui surat keputusan 006.53.01/DSN-MUI/VII/2017. Perusahaan ini bergerak di bidang Nutrisi Kesehatan.

Ketiga, PT UFO Bisnis Kemitraan Bersama Syariah dengan nomor surat keputusan 003.50.01/DSN-MUI/I/2017, telah mengeluarkan 40 mobil Jaguar S-type dan X-type, 20 Mercedes, C-class, ­­A-class, SLK, E-class, SL 500, dan Porsche Boxer serta ratusan mobil standar lainnya untuk para mitranya yang telah mencapai posisi dan kualifikasi tertentu. 

Keempat, PT K-Link Nusantara. Salah satu perusahaan penjualan langsung terkemuka di Indonesia yang terdiri dari produk-produk suplemen kesehatan, kecantikan, perawatan tubuh, UIE, serta perawatan mobil dan rumah yang mencakup produk-produk yang sudah cukup dikenal seperti K-Liquid Chlorophyll, K-OmegaSqua dan K-Ayurveda. Dengan surat keputusan nomor 49.01/DSN-MUI/I/2017.

Kelima, PT Nusantara Sukses Selalu, yang menghasilkan produk-produk kesehatan. Sebagai perusahaan MLM syariah yang dinyatakan dalam surat keputusan nomor 003.40.01/DSN-MUI/III/2016.

Keenam, PT Singa Langit Jaya (TIENS) perusahaan yang meghasilkan produk kesehatan, dengan nomor surat keputusan berlabel syariah 003.38.01/DSN-MUI/II/2016.

Terakhir adalah PT HPA Indonesia atau HNI-HPAI merupakan perusahaan Halal Network di Indonesia yang mengeluarkan produk-produk herbal halal dan berkualitas yang terjaga alamiah, ilmiah dan ilahiahnya. Dengan surat keputusan MLM syariah bernomor 002.36.01/DSN-MUI/IV/2016. (*)

 

Reporter: Fathia Rahma Editor: Ahmad Kholil