Sabtu, 4 Februari 2023
14 Rajab 1444 H
Home / Keuangan / Hasanah Card, Kartu Kredit Syariah yang Diperbolehkan
FOTO | Dok. BNI Syariah
Lewat Hasanah Card dari BNI Syariah, nasabah dapat bertransaksi secara mudah. Terkendali, nyaman dan dijamin halal.   

Lewat Hasanah Card dari BNI Syariah, nasabah dapat bertransaksi secara mudah.Terkendali, nyaman, dan dijamin halal.    

Sharianews.com, Jakarta. Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah memiliki kartu kredit Hasanah Card. Ini merupkan satu-satunya kartu kredit syariah yang kepemilikan saham Banknya adalah Indonesia.

General Manager Card Business Divison BNI Syariah, Endang Rosawati mengatakan fatwa yang melatar belakangi kartu kredit syariah ini, salah satunya menetapkan bahwa kartu kredit syariah tidak boleh mendorong konsumerisme. Itu salah satu perbedaan prisnsip antara kartu kredit syariah dan konvensional.

“Jadi kita tidak boleh membuat orang menjadi jor-joran belanja yang tidak perlu. Mendorong orang untuk belanja sesuai kebutuhan bukan berdasarkan keinginan yang diumbar. Fasilitas kartu kredit Hasanah Card tidak bisa seperti itu. Lebih mendorong orang untuk bersikap amanahnya, tidak boleh mendororng konsumerisme, sehingga program yang dibuat juga selektif,” jelas Endang, di Jakarta, Kamis (21/7/018).

Akad yang digunakan, lanjut Endang bukan akad utang. Tetapi kartu kredit syariah ini menggunakan akad kafalah, qardh, dan ijarah. Qardh itu hanya digunakan bila nasabah mengambil uang tunai di ATM dengan menggunakan kartu kedit syariah tersebut. 

Bagi pemilik kartu Hasanah Card BNI Syariah, mereka dapat menggunakan fasilitas transaksi sesuai dengan batas limit dana yang disepakati. “Jadi dengan Hasanah Card ini, setiap nasabah dapat bertransaksi sesuai limit kartu yang dimiliki. Untuk gold mulai dari Rp 10 juta dan platinum Rp 40 juta. Setiap nasabah bisa bertransaksi samapai limit kartu yang dimilikinya itu.”

Hasanah Card untuk Kurban
Selain itu, Endang mengatakan,  salah satu fungsi Hasanah Card adalah untuk berkurban. Tujuannya adalah untuk  memudahkan masyarakat yang ingin menunaikan ibadah kurban.

Pembiayaan kurban ini bekerja sama dengan Rumah Zakat sebagai lemabaga yang mengelola hewan kurban. Mulai dari pemotongan sampai pembagian ke masyarakat yang membutuhkan.

“Rumah zakat itu hewan kurbannya dikalengkan jadi kornet. Distribusinya sampai ke plosok-plosok. Sudah berbentuk kornet, jadi lebih awet dagingnya. Juga lebih praktis, sehingga jangkaunannya lebih luas,” paparnya.

Untuk pengelolaan dan penyaluran hewan kurban dari nasabah Hasanah Card ini, lebih lanjut Endang  menjelaskan, penyauran sepenuhnya dilakukan oleh Rumah Zakat,  karena mereka lebih mengetahui daerah yang  membutuhkan.“Titik-titiknya mereka punya daerah sendiri,”katanya.

Untuk membantu memudahkan nasabah berkurban, kriteria hewan kurban juga sudah disediakan oleh Rumah Zakat. Sebagai contoh ada kambing kurban seharga Rp 2,3 juta per ekor, dengan usia menuju dua tahun, dan berat minimal 20 kilogram.

Sementara sapi dihitung per bagian, seper tujuh dari sapi utuh  harganya Rp 2,575 juta, dengan berat utuh mencapai 10 sampai 210 kilogram.

Program Hasanah Card untuk kurban ini menggunakan akad kafalah atau penjaminan. “Yang menjamin dalam hal ini adalah pihak BNI Syariah melalui Rumah Zakat bahwa card holder ini akan membayar sejumlah kambing yang dipesan, sekaligus juga Rumah Zakat yang melakukan pemotongan, itu akadnya,” paparnya.

Dia mencontohkan, nasabah ingin berkurba harga kambing Rp 3 juta, bila dua orang jadi Rp 6 juta, kemudian memesan dengan Hasanah Card . Dari situ akan didebet Rp 6 juta untuk dibayarkan ke mitra, Rumah Zakat.

“Sudah dibayarkan, nasabah beli dua ekor kambing. Bayar enam jutanya dicicil selama tiga bulan. Misal pemesanan Juli, maka penagihan dimulai setiap tanggal 18 pada bulan berikutnya, jadi Agustus sudah mulai angsuran sampai Oktober.

Melihat kesadaran masyarakat yang mulai tinggi dan pemahaman transaksi syariah juga terus tumbuh, BNI Syariah menargetkan 200 ekor hewan kurban di akahir periode 2018 ini. “Ke depan kita berharap mitra kita bisa lebih luas. Tidak hanya Rumah Zakat. Bisa juga nantinya pemesanan langsung kepada peternak, bila jaringan sudah memadai,” pungkas Endang.

 

Reporter : Aldiansyah Nurrahaman Editor : Ahmad Kholil