Selasa, 25 Januari 2022
22 Jumada al-akhirah 1443 H
Home / Lifestyle / Harga Vaksin Gotong Royong Rp1 Juta Per Orang, Perusahaan Harus Tanggung Biayanya
Foto dok. Pexels
Adapun rincian biaya vaksin gotong royong adalah....

Sharianews.com, Jakarta - Pemerintah telah mengumumkan biaya vaksin gotong royong. Total vaksin ini bisa menelan biaya Rp1 juta per orang.

Adapun rincian biaya vaksin gotong royong adalah harga vaksin Rp375 ribu per dosis dan penyuntikannya Rp125 ribu, sehingga total Rp500 ribu. Karena tiap orang membutuhkan dua dosis vaksin, maka biaya yang dibutuhkan mencapai jadi Rp1 juta per orang.

Program vaksinasi gotong royong atau penyuntikan vaksin Covid-19 ini dibebankan kepada perusahaan swasta, kemudian diberikan secara gratis kepada karyawan atau buruh serta keluarganya. Program ini akan dimulai pada mingggu ketiga Mei 2021. Untuk melakukan vaksinasi gotong royong pemerintah akan menggunakan vaksin Sinopharm dan vaksin CanSino.

"Vaksin gotong royong ini diharapkan sudah bisa dilaksanakan nanti di akhir bulan Mei," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers virtual, Senin (10/05).

Jenis vaksin Sinopharm merupakan vaksin buatan perusahaan farmasi milik Pemerintah China. Airlangga menyebutkan, saat ini sudah tersedia 500 ribu dosis vaksin Sinopharm yang nantinya digunakan untuk vaksinasi gotong royong.

Dia mengatakan, jumlah tersebut baru sebagian kecil lantaran pemerintah telah menyepakati kerja sama pengadaan vaksin Sinopharm sebanyak 7,5 juta dosis.

Sinopharm adalah vaksin berjenis inactivated vaccine yang disebut SARS-CoV-2 Vaccine (Vero Cell). Vaksin berjenis inactivated adalah vaksin yang menggunakan partikel virus yang dimatikan untuk mengekspos sistem kekebalan terhadap virus, tanpa mengambil risiko respons penyakit yang serius.

Airlangga mengatakan, vaksin Covid-19 buatan Sinopharm telah dinyatakan aman oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan mendapatkan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan, berdasarkan hasil dari uji klinik yang dilakukan di Uni Emirat Arab, ditemukan bahwa vaksin Sinopharm memiliki efikasi 78 persen. Sedangkan kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI) yang ditimbulkan dari vaksin Sinopharm bersifat ringan, seperti bengkak, kulit kemerahan, sakit kepala, diare, nyeri otot, atau batuk.

Melansir Reuters, WHO merekomendasikan vaksin Sinopharm diberikan kepada orang dewasa berusia 18 tahun ke atas dalam dua dosis penyuntikan. Selang waktu penyuntikan antara dosis pertama dan dosis kedua disarankan tiga hingga empat minggu.

Sementara untuk vaksin CanSino, dikembangkan perusahaan CanSino Biologics, China. Pemerintah menyiapkan 5 juta dosis vaksin Covid-19 ini untuk mencukupi kebutuhan vaksinasi gotong royong.

CanSino adalah vaksin vektor berbasis adenovirus tipe 5. Melansir CDC, vaksin vektor menggunakan versi modifikasi dari virus yang berbeda (vektor) untuk menyampaikan instruksi penting ke sel manusia. Manfaat dari vaksin vektor, seperti halnya vaksin lainnya, adalah mereka yang divaksinasi mendapatkan perlindungan dari infeksi virus corona tanpa harus terpapar Covid-19.

Melansir Bloomberg, vaksin CanSino diketahui telah menjalani uji klinis fase 3 di Pakistan. Penasihat kesehatan Pakistan Faisal Sultan mengatakan, dari hasil uji klinis fase akhir yang diikuti 30 ribu relawan, vaksin CanSino diketahui memiliki efikasi 65,7 persen dan 90,98 persen mampu mencegah timbulnya gejala Covid-19 parah.

Rep. Aldiansyah Nurrahman