Kamis, 24 September 2020
07 Ṣafar 1442 H
Home / Ekbis / Hanif Dhakiri: Industri Harus Menyesuaikan dengan Teknologi
Teknologi informasi berkembang secara masif, tidak terkecuali sektor industri yang banyak menyerap tenaga kerja.

Sharianews.com, Jakarta - Akibat pandemi Covid-19 yang terus terjadi bahkan sampai sekarang belum juga usai dan tidak tahu kapan ini akan berakhir, dunia mengalami banyak perubahan.

Menteri Ketenagakerjaan periode tahun 2014-2019 Hanif Dhakiri mengatakan dampak dari pandemi itu, teknologi informasi berkembang secara masif, tidak terkecuali sektor industri yang banyak menyerap tenaga kerja. Mau tidak mau industri juga harus melakukan penyesuaian dengan teknologi yang ada.

“Transformasi industri ini menjadi hal yang sangat penting agar industri tetap bisa bersaing dan kompetitif antara satu dan lainnya dan ini menjadi tantangan yang besar untuk dihadapi sebagai individu maupun sebagai korporasi atau industri,” jelasnya, dalam Gunadarma Sharia Economic Event (GSENT) 2020 yang diselenggarakan Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma.

Sementara itu, Aris Wahyudi, Direktur Jendral Binapenta menjelaskan bahwa salah satu fokus dari Kementerian Ketenagakerjan (Kemenaker) saat ini adalah bagaimana agar kualifikasi kerja dapat dimiliki oleh mahasiswa dalam mempersiapkan kehidupan pasca perkuliahan, sehingga dapat menjadi generasi emas yang mandiri dan bahkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Managing Director IDN Next Leader Indra Dwi Prasetyo melanjutkan, pada saat ini hingga kedepannya, pekerjaan akan mengandalkan teknlogi.

“Permasalahannya bukanlah mengenai adanya lowongan atau tidak, tapi pertanyaan sesungguhnya adalah, apakah para mahasiswa  tersebut siap kerja atau tidak, mengingat dunia juga sudah memasuki borderless era, dimana bidang yang dipelajari tidak selalu menentukan pkerjaan yang didapat,” tutur Indra

Oleh karena itu, menurut Indra penting bagi para mahasiswa untuk mulai mempelajari kemampuan di luar bidang pembelajarannya untuk dapat bersaing di level yang lebih tinggi.

Rep. Aldiansyah Nurrahman