Senin, 17 Juni 2019
14 Shawwal 1440 H
Home / Lifestyle / Halalbihalal Kemenpora, Imam Nahrowi Targetkan Penilaian Wajar Tanpa Pengecualian
FOTO I Dok. merdeka.com
Kegiatan tersebut mengusung tema Mempererat Ukhuwah, Merajut Silaturahmi untuk Semangat Kerja Bersama.

Sharianews.com, Jakarta ~ Kementerian Pemuda dan Olahraga menggelar halalbihalal usai cuti bersama hari raya Idulfitri, Selasa (11/6).

Kegiatan tersebut mengusung tema Mempererat Ukhuwah, Merajut Silaturahmi untuk Semangat Kerja Bersama. Acara halalbihalal juga dihadiri oleh Ustaz Yusuf Mansyur serta pejabat Eselon I,II,III,IV para staf khusus, karyawan dan pegawai Kemenpora.

Dalam sambutannya, Menpora Imam Nahrowi menyampaikan kesuksesan perjalanan Kemenpora sejak setahun lalu. Di antaranya adalah pelaksanaan Asian Games dan Asian Para Games 2018 yang berjalan baik.

"Alhamdulillah doa kita semua diijabah Allah, Asian Games dan Asian Para Games 2018 berjalan sukses, membanggakan dan semoga menjadi sejarah besar," kata Imam Nahrowi di gedung Kemenpora.

Tidak kalah penting, Menpora berharap di tahun mendatang Kantor Kemenpora berhasil meraih predikat penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

"Mari kita laksanakan tugas ini dengan amanah agar tahun yang akan datang bisa mencapai setidaknya penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), dua tahun Disclaimer, dua tahun berikutnya kita telah memperoleh penilaian Wajar Dengan Pengecualian (WDP)," ujar Menpora.

Untuk mencapai hal tersebut, dirinya mengajak seluruh hadirin agar senantiasa berkomitmen, berdoa dan berjuang agar tahun depan dapat meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sehingga tunjangan kinerja pun bisa penuh.

Tak lupa ia juga berdoa agar 2019 ini, Kemenpora dapat meraih prestasi, selalu semangat, dan menginspirasi kementerian lain. Selain itu, membanggakan pemuda dan Bangsa Indonesia.

"Agar kelak 10 tahun, bahkan 100 tahun yang akan datang kita dicatat sebagai pelekat sejarah bagi sejarah dan prestasi pemuda dan olahraga Indonesia," ucap dia.

Karenanya, ia juga mengimbau kepada seluruh anggota Kemenpora dan Bangsa Indonesia agar selalu mengawal dan memperjuangkan supaya Indonesia tidak hanya bisa menjadi Macan Asia saja, tetapi juga menjadi Macan Dunia.

"Indonesia harus betul-betul kita kawal, kita angkat, dan kita niati, kita doain, kita selawatin. Agar Indonesia ini betul-betul menjadi Macan Dunia, bukan menjadi Macan Asia Tenggara atau Macan Asia," tutup Imam. (*)

 

Reporter: Fathia Rahma Editor: Achi Hartoyo