Minggu, 12 Juli 2020
22 Thu al-Qa‘dah 1441 H
Home / Lifestyle / Halalbihalal, Chappy Bicara Soal Lonjakan Tiket Pesawat
FOTO I Dok. themorningbulletin.com.au
Kenaikan harga tiket pesawat inilah yang membuat masyarakat banyak yang memilih jalur darat sebagai alternatif, sehingga kemacetan pun semakin sulit dikendalikan.

Sharianews.com, Halalbihalal yang dilanjutkan dengan diskusi kelompok kajian peradaban (KKP) berlangsung di Wisma Intra Asia, Jakarta Selatan, Rabu (12/6). Diskusi pasca-Ramadan ini membahas tentang industri maskapai penerbangan yang mengalami lonjakan harga tiket pesawat.

Mengingat kegiatan mudik maupun arus balik masih menjadi problem di Indonesia. Selain karena macet, harga tiket pesawat pun juga turut melonjak.

Kenaikan harga tiket pesawat inilah yang membuat masyarakat banyak yang memilih jalur darat sebagai alternatif, sehingga kemacetan pun semakin sulit dikendalikan.

Pemerintah Republik Indonesia sebelumnya telah melontarkan wacana untuk mengundang maskapai asing untuk melayani rute domestik bersama perusahaan penerbangan dalam negeri lainnya. Menurutnya, dengan penambahan jumlah pemain bisnis penerbangan diharapkan bisa menekan harga tiket pesawat.

Hal tersebut ditanggapi oleh Pengamat Penerbangan Chappy Hakim, ia menyarankan perlunya mengkaji lebih lanjut untuk mengatasi tingginya harga tiket pesawat tersebut. Terutama dalam menganalisis kebutuhan maskapai asing di Indonesia.

"Jika mengundang maskapai asing, akan mengundang masalah lain. Semua masalah yang kita hadapi akan bermuara pada strong leadership dan hitec management," ujar dia di Jakarta.

Chappy menuturkan perlunya investigasi untuk mencari solusi. Air space Indonesia berada pada posisi penting dan strategis.

"Dengan bentuk negara kepulauan. Menjadi sangat penting dan rawan. Kita harus melakukan perbaikan secara fundamental. Harus mencari starting line dalam penerbangan domestik," jelas Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara era Megawati, Marsekal TNI (Purn) ini.

Dirinya menjelaskan bahwa ketika mengundang orang asing untuk mengelola sesuatu di dalam negeri, secara tidak langsung merupakan sinyal kuat yang menunjukkan bahwa adanya ketidakmampuan dalam negeri. 

"Mengundang maskapai asing ke Indonesia akan bertabrakan dengan dua hal yang sangat prinsipal, yaitu Regulasi Internasional Cabotage Article 7 Chicago Convention dan mekanisme pengambilan keputusan,” ujar Chappy.

Ia melanjutkan, dalam artikel tersebut bukan berarti melarang maskapai asing masuk, tetapi memuat hak untuk menolak termisi (right to refuse). Hal ini berakar dari sejarahnya yaitu Paris Convention 1919 terkait kedaulatan negara di ranah udara yang konkret dan ekslusif.

“Kekhawatiran negara-negara atas adanya negara lain yang menggunakan wilayah udaranya kemudian dituangkan ke dalam artikel 7 tersebut," jelas Chappy lebih jauh. (*)

 

Reporter: Fathia Rahma Editor: Achi Hartoyo