Selasa, 19 November 2019
22 Rabi‘ al-awwal 1441 H
Home / Ekbis / Halal Institute: Transisi JPH Harus Dikawal dengan Baik dan Tulus
FOTO I Dok. www.foodnavigator-asia.com
Tujuan dari kebijakan ini untuk memudahkan umat Islam Indonesia menjalankan perintah agamanya yang dijamin oleh konstitusi.

Sharianews.com, JakartaKetua Harian Halal Institute, SJ Arifin menyatakan bahwa pelaksanaan jaminan produk halal pasti akan berjalan bertahap, tidak sekaligus, dan tidak akan menjadi ancaman buat siapa pun.

“Tujuan dari kebijakan ini kan untuk memudahkan umat Islam Indonesia menjalankan perintah agamanya yang dijamin oleh konstitusi. Selain itu juga untuk meningkatkan standar hidup manusia Indonesia, karena pada dasarnya produk halal pasti merupakan produk sehat yang diproduksi dari bahan-bahan dan melalui proses yang baik, bersih, sehat dan teliti," ujarnya, Kamis (17/10).

Mengenai posisi MUI yang sebelumnya dipercaya menyelenggarakan sertifikat halal selama 39 tahun, Arifin menjelaskan bahwa MUI patut diberikan ucapan terima kasih karena telah melaksanakan perannya dengan sangat baik. “Ibarat kata, MUI ini kan telah mengantarkan bangsa Indonesia ke depan pintu gerbang jaminan produk halal. Pergeseran dari voluntary menjadi mandatory dalam JPH itu konsekuensi logis. Tak bisa dibendung," kata Arifin.

“Kemenag juga sudah bekerja maksimal. Memang ada kekurangan tapi harus kita pahami. Ini kan pekerjaan sangat besar, harus dipersiapkan matang dan hati-hati. Ini sekarang kita masuk masa transisi. Masa transisi ini tidak bisa kita hindari. Kan ini bukan pekerjaan semalam. Ini kompleks urusannya, soal regulasi, perangkat kerja, kesiapan seluruh stake holder, respon publik, juga kondisi literasi masyarakat Indonesia," jawab Arifin ketika ditanya tentang persiapan Kemenag dan BPJPH.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita mengelola masa transisi ini menjadi kebaikan bersama. Semua pihak bergandeng tangan, kerja sama, kompak, tidak mementingkan diri sendiri, agar jaminan produk halal dapat berjalan dengan baik," sambung Arifin.

Ditanya tentang pihak-pihak yang menyuarakan Perppu karena menganggap pemberlakuan JPH gagal, Arifin merespon: “Ah, itu nggak jelas motifnya. Ini hari sudah pagi, masa terus bermimpi. Tidak sempurna memang. Tapi bukan gagal”.

“Prinsipnya kita semua harus mengawal proses transisi jaminan produk halal ini dengan jujur, baik, dan tulus," pungkasnya. (*)

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo