Sabtu, 28 November 2020
13 Rabi‘ at-akhir 1442 H
Home / Lifestyle / Hal-Hal Detail yang Harus Diperhatikan Saat Kurban
Foto dok. Freepik
Proses kurban dalam pendemi Covid-19 perlu mendapatkan perhatian serius. Semua pihak yang terlibat perlu menerapkan protokol kesehatan.

Sharianews.com, Jakarta - Proses kurban dalam pendemi Covid-19 perlu mendapatkan perhatian serius. Semua pihak yang terlibat perlu menerapkan protokol kesehatan.

“Setidaknya ada dua bagian dalam pelaksanaan kurban yang harus memperhatikan protokol kesehatan, yakni protokol kesehatan di tempat penjualan hewan kurban dan saat pemotongan hewan kurban,” jelas Dosen Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB) Supratikno, dalam webinar beberapa waktu lalu.

Beberapa protokol yang harus diterapkan dan diperhatikan di tempat penjualan hewan kurban, diantaranya:

1. Penjual hewan hanya menjual hewan yang memenuhi Syariah.

2. Penjualan hewan kurban secara daring serta dikoordinir oleh panitia kurban atau Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).

3. Jika penjualan dilakukan di tempat, hal yang diperhatikan adalah:

a. Tempat penjualan hewan kurban harus memenuhi syarat administrasi teknis;

b. Penjual dan pembeli dalam keadaan sehat;

c. Penyediaan sarana cuci tangan pakai air mengalir;

d. Menerapkan personal hygiene: sering cuci tangan terutama setelah menyentuh hewan atau permukaan benda,

e. Menerapkan physical distancing: menghindari kontak fisik, mengatur jarak dengan dan antar penyembelih;

f. Penjual dan pembeli hewan kurban menggunakan masker;

g. Diupayakan transaksi dengan uang elektronik;

h. Pengamanan oleh dinas terkait (dinas Kesehatan dan dinas peternakan).

Protokol kesehatan juga harus diterapkan saat pemotongan hewan kurban berlangsung. Hal ini meliputi:

1. Penyediaan sarana cuci tangan pakai sabun dan air mengalir di tempat pemotongan hewan (TPH).

2. Petugas pemotongan hewan dalam kondisi sehat.

3. Jumlah petugas per-TPH dibatasi dan menghindari kontak fisik.

4. Petugas menggunakan baju lengan Panjang dan alat pelindung diri, minimal masker, kaca mata pelindung dan sarung tangan.

5. Mencuci tangan pakai sabun sebelum dan setelah pelaksanaan pemotongan hewan.

6. Selesai pemotongan hewan kurban agar segera mandi dan ganti baju.

7. Prosesi pemotongan hewan kurban hanya dihadiri oleh panitia pemotongan hewan.

8. Pemilik hewan tidak perlu hadir menyaksikan saat pemotongan hewan.

Ia menambahkan, jika pemiliki hewan diperbolehkan menyaksikan, maka pemilik hewan kurban harus dalam kondisi sehat dan menerapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, menghindari kontak fisik, menerapkan physical distancing, tiba di rumah segera mandi dan berganti baju.

Terkait pembagian daging kurban, ia menyarankan agar pembagian daging kurban diantarkan ke rumah-rumah warga. Selain itu, diharapkan hanya panitia dan pemilik kurban yang menyaksikan proses penyembelihan. Hal ini untuk menghindari adanya kerumunan.

Rep. Aldiansyah Nurrahman