Jumat, 27 November 2020
12 Rabi‘ at-akhir 1442 H
Home / Keuangan / Hadapi Resesi, Ini yang Harus Dilakukan Perbankan Syariah
Foto dok. Pexels
Anjloknya beberapa indikator ekonomi seperti konsumsi, ekspor, maupun investasi

Sharianews.com, Jakarta - Resesi yang terjadi saat ini merupakan dampak dari pandemi Covid-19. Pandemi ini menyebabkan aktivitas ekonomi berkurang secara signifikan, khususnya dengan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak 10 April 2020.

Selain itu, Direktur Jasa Keuangan Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Taufik Hidayat mengatakan pandemi yang sedang dihadapi oleh hampir seluruh dunia ini juga mengurangi interaksi antar negara. “Hal tersebut menyebabkan anjloknya beberapa indikator ekonomi seperti konsumsi, ekspor, maupun investasi,” tambahnya, kepada Sharianews.com.

Resesi ini turut berdampak pada perbankan syariah. Taufik mengungkapkan, sejumlah persiapan harus dilakukan perbankan syariah sebagai solusi dalam menghadapi resesi.

Pertama, saatnya optimalisasi penggunaan teknologi informasi dalam proses bisnis perbankan syariah untuk meningkatkan efisiensi operasional dan layanan kepada nasabah baik simpanan maupun pembiayaan.

Kedua, optimalisasi sinergi perbankan khususnya yang berada dalam satu kepemilikan. Ketiga, menggeser target pembiayaan kepada sektor-sektor yang tidak terdampak secara signifikan atau usaha yang operasionalnya dapat dilakukan digitalisasi tanpa banyak mengganggu permintaan.

Keempat, mencari ceruk pasar baru, misalnya bekerja sama dengan marketplace untuk pembiayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang bertransaksi disana. Kelima, pptimalisasi peran bank syariah dalam mengumpulkan, mengelola, dan menyalurkan dana sosial keagamaan.

Keenam atau terakhir, konsolidasi industri dan optimalisasi kerja sama antar pelaku industri perbankan syariah baik Bank Umum Syariah, Unit Usaha Syariah, maupun Bank Pembiayaan Rakyat Syariah.

Resesi diartikan sebagai kondisi di mana produk domestik bruto (GDP) mengalami penurunan atau pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal secara berturut-turut. Pada kuartal III 2020 ekonomi Indonesia minus 3,49 persen, melanjutkan laju ekonomi di kuartal II 2020 yang tercatat minus 5,32 persen.

Rep. Aldiansyah Nurrahman

Tags: