Sabtu, 21 September 2019
22 Muḥarram 1441 H
Home / Ekbis / Gubernur BI: Ekonomi dan Keuangan Syariah Punya Potensi Besar
FOTO | Dok. wartaekonomi.co.id
Bank Indonesia terus mendorong peran ekonomi dan keuangan syariah turut berperan dalam mendukung pencapaian SDGs.

Sharianews.com, Nusa Dua, Bali. Ekonomi dan keuangan syariah memiliki potensi yang besar, mengingat prinsip-prinsipnya yang menekankan etika keadilan dan kesetaraan. Apalagi jika melihat cakupan jangkauannya yang luas.

Tidak hanya terhubung dengan instrumen komersial, ekonomi dan keuangan syariah juga bisa menjangkau dan terhubung dengan instrumen non-komersial, seperti zakat, dan waqaf sebagai instrument keuangan sosial syariah. 

Demikian yang dapat dirangkum dari paparan Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo dalam rangkaian acara pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF) World Bank di Nusa Dua, Bali.

"Instrumen-instrumen tersebut dapat berperan dalam mendukung berbagai aktivitas produktif, redistribusi kesejahteraan kepada masyarakat kurang mampu sekaligus mendukung pencapaian SDGs," kata Perry dalam Peluncuran Prinsip-Prinsip Pokok Tata Kelola Wakaf (Waqf Core Principles) dan Wakaf Uang Berbasis Sukuk (Cash Waqf-Linked Sukuk) bersama Islamic Development Bank (IDB), Minggu (14/10/2018).

Karenanya Perry menyatakan, Bank Indonesia terus mendorong ekonomi dan keuangan syariah turut berperan dalam mendukung tercapainya pertumbuhan berkelanjutan (Sustainable Development Goals-SDGs). 

Namun demikian, Perry menjelaskan, ekonomi dan keuangan syariah yang sehat harus didukung oleh struktur regulasi dan tata kelola yang efektif. Juga mensyaratkan adanya ketersediaan standar peraturan yang diterapkan secara efektif.

Dalam hal ini, Waqf Core Principles dan Cash Waqf-Linked Sukuk, sangat penting dalam menciptakan praktik keuangan syariah secara global yang sehat serta mampu menumbuhkan kepercayaan publik. 

Karena itu, menurutnya, peluncuran Waqf Core Principles kali ini merupakan langkah strategis lanjutan setelah Prinsip-Prinsip Pokok Tata Kelola Zakat (International Zakat Core Principles) yang diluncurkan pada tahun 2016, dengan tujuan untuk meningkatkan tata kelola dan integritas lembaga-lembaga zakat yang lebih baik dalam memberikan layanan kepada masyarakat berpenghasilan rendah.

Peran keuangan syariah dalam SDGs

Sementara, terkait dengan peran ekonomi dan keuangan syariah dalam mendukung capaian pertumbuhan berkelanjutan, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo, mengatakan adanya prinsip-prinsip khusus dalam ekonomi dan keuangan syariah selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. 

Dalam diskusi internasional bertema "Mainstreaming Islamic Finance into Global Initiatives: Another Formidable Pillars in Promoting SDGs" Dody menyatakan, ada beberapa prinsip khusus yang bisa dilakukan. Antara lain, ekonomi dan keuangan syariah bisa menyediakan pembiayaan yang mendukung kegiatan ekonomi riil.

Selain itu, ekonomi dan euangan syariah juga dapat memfasilitasi redistribusi kesejahteraan dan peluang. Hal-hal tersebut dapat meningkatkan inklusi keuangan, mengurangi kesenjangan, dan mencapai kemakmuran. 

Tidak hanya itu, ekonomi dan keuangan syariah pun dapat berfungsi sebagai pilar tangguh untuk mengatasi tantangan ekonomi nasional serta menghadapi inisiatif global dalam mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan. (*)

Ahmad Kholil