Sabtu, 6 Maret 2021
23 Rajab 1442 H
Home / Keuangan / Green Sukuk Solusi Capai SDGs
FOTO I Dok. sukuk.com
Green Sukuk pada Maret 2018 telah mendanai program perbaikan ketahanan iklim Indonesia dan penurunan emisi lingkungan sebesar 29 persen sampai dengan 41 persen.

Sharianews.com, Jakarta ~ Saat ini, Green Sukuk dapat menjadi salah satu solusi dalam pencapaian tujuan-tujuan Sustainable Development Goals (SDGs).

Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Dwi Irianti Hadiningdyah mengatakan, Green Sukuk pada Maret 2018 telah mendanai program perbaikan ketahanan iklim Indonesia dan penurunan emisi lingkungan sebesar 29 persen sampai dengan 41 persen dengan nilai transaksi mencapai 1,25 miliar dolar AS.

"Sampai dengan 2030, Indonesia berkomitmen untuk menurunkan emisi lingkungan sebesar 29 persen sampai dengan 41 persen, termasuk berusaha untuk memperbaiki ketahanan iklim Indonesia. Program ini membutuhan dana yang kemudian didanai melalui penerbitan Green Sukuk pada Maret 2018 dengan transaksi mencapai USD 1,25 miliar," tutur Dwi.

Dalam laman resmi Kementerian Keuangan, Dwi melaporkan dana hasil penerbitan Green Sukuk tersebut memberikan dampak yang signifikan dan laporan dari proyek hasil pendanaan Green Sukuk tersebut sudah selesai pada Februari 2019 silam. Keberhasilan ini sesuai dengan tujuan inisiasi dimulainya Green Sukuk.

"Inisiasi Green Sukuk dimulai dari fakta dimana Indonesia merupakan negara dengan potensi bencana seperti kekeringan, banjir, dan perubahan iklim," jelas Dwi.

Dwi Irianti kemudian menekankan bahwa laporan hasil pendanaan Green Sukuk dalam program penurunan emisi dan perbaikan ketahanan iklim Indonesia tidak hanya membuktikan keberhasilan Green Sukuk sebagai instrumen yang mendukung investasi berdampak, namun juga memberikan kerkontribusi pada kesuksesan SDGs.

Ia menyarankan agar ke depannya, pembiayaan kreatif dan inovatif tidak hanya dipraktikkan oleh pemerintah, tetapi juga oleh sektor swasta dan BUMN.

"Sebagai tantangan di masa depan, kita harus mendorong lebih banyak penerbitan instrumen pembiayaan baru yang kreatif dan inovatif, tidak hanya di Pemerintah dalam bentuk Green Sukuk tapi juga dari sektor swasta dan BUMN," pungkasnya. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo