Kamis, 17 Oktober 2019
18 Ṣafar 1441 H
Home / Lifestyle / "Green Mosque" Upaya Yordania Kurangi Emisi Karbon
FOTO I Dok. Salaamgateway
Hampir semua masjid di Yordania sekarang, mampu memenuhi kebutuhan energinya 100 persen dengan energi terbarukan.

Sharianews.com, Yordania. Menyembul di antara tanaman bugenvil berwarna cerah yang berada di tepi jalan, menara Khalda merupakan satu-satunya menara Masjid Ta'la Al-Ali di Amman.

Selain warna kaca jendela yang  memiliki tekstur buram dan hiasan kaligrafi, masjid ini terlihat menonjol karena atapnya tertutupi dengan solar panel yang berfungsi membuat emisi karbon bangunan mendekati nol.

Pembuatan struktur tersebut merupakan upaya untuk memanfaatkan energi sinar matahari yang berlimpah di Yordania dan upaya untuk beralih ke energi terbarukan, demi tercapainya kota Amman yang netral karbon pada 2050

"Hampir semua masjid di Yordania sekarang, mampu memenuhi kebutuhan energinya 100 persen dengan energi terbarukan,” demikian kata Yazan Ismail, dari ETA-max Energy and Environmental Solutions, sebuah perusahaan green consultans di Yordania.

Amman merupakan salah satu dari 70 kota di seluruh dunia yang memiliki tujuan untuk menjadi kota 'netral karbon' pada 2050. Ini berarti, Amman akan membatasi emisi yang melebihi ambang batas dan mengimbanginya seperti dengan menanam pohon yang dapat menyerap karbon.

Di Amman, upaya untuk membuat green mosque sudah dimulai sejak tahun 2014, dan mendapat dukungan dari Departemen agama. Amman bisa dinilai sukses dan berhasil menjual kelebihan energi yang dihasilkan ke jaringan nasional. Demikian seperti yang diungkapkan Ismail.

Imam Masjid Ta'la Al-Ali juga menyampaikan pesan pada saat khotbah Jumat tentang perlindungan iklim. Keputusan untuk mengadopsi energi bersih sesuai dengan nilai-nilai agama.

"Alasan utama untuk menggunakan energi surya adalah sesuai dengan nilai-nilai yang diperintahkan agama," kata Ahmad Al Rawashdeh. Islam mendorong konservasi sumber daya alam dan mencegah pemborosan.

Dia juga mengakui bahwa penggunaan energi matahari, dan bola lampu LED hemat daya, dapat mengurangi pengeluaran masjid.

Di musim panas, suhu kota Amman dapat mencapai 40 derajat Celsius (104 Fahrenheit). Amman telah berupaya keras untuk menahan laju pemanasan global.

Tetapi, energi terbaharukan masih jauh dari dari harapan sebagian besar negara. Menurut Bank Dunia, Yordania sendiri masih mengimpor 96 persen energi yang berasal dari fosil dari tetangganya Timur Tengah.

Pemerintah setempat berkomitmen untuk mengubah hal tersebut.

"Kami berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 40 persen pada tahun 2030," demikian seperti yang diungkapkan Menteri Lingkungan Yordania, Nayef Hmeidi Al-Muhammad kepada Yayasan Thomson Reuters.

Yordania bertujuan untuk menghasilkan 20 persen dari energi dari sumber terbarukan pada tahun 2022, “Ini adalah target yang menurutnya akan dipenuhi awal, sebagian sebagai panel surya naik di kota rumah, bisnis dan bangunan pemerintah,” ungkap Al-Muhammad. (*)

Sumber: Salaam Gateway

 

 

Achi Hartoyo