Sabtu, 25 Mei 2019
21 Ramadan 1440 H
Home / Ziswaf / Grebek Kampung Rumpin, Dompet Dhuafa Gelar Layanan Gratis
FOTO I Dok. sharianews.com
Kegiatan tersebut berupa layanan kesehatan, cukur rambut, story telling, perbaikan musala, lomba anak kreatif dan anak saleh, safari dakwah, dapur keliling, lomba masak, bela diri, buka puasa bersama, dan santunan anak yatim dari berbagai komunitas.

Sharianews.com, Jakarta ~ Memanfaatkan momen Ramadan, Dompet Dhuafa kembali memberikan beberapa pelayanan cuma-cuma di wilayah Desa Rabag-Rumpin, Bogor pada Sabtu (11/5).

Kegiatan tersebut berupa layanan kesehatan, cukur rambut, story telling, perbaikan musala, lomba anak kreatif dan anak saleh, safari dakwah, dapur keliling, lomba masak, bela diri, buka puasa bersama, dan santunan anak yatim dari berbagai komunitas, yang disatukan dengan tema ‘Grebek Kampung’.

Hal tersebut dianggap sebagai bentuk kontribusi lembaga filantropi Dompet Dhuafa dalam pengabdiannya kepada mayarakat.

Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi, Imam Rulyawan mengungkapkan, kegiatan Grebek Kampung merupakan salah satu bentuk gotong royong dan berbagi antar umat beragama, khususnya bagi yang menjalankan ibadah puasa.

“Kegiatan ini untuk mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum duafa dengan dana zakat, infak, sedekah dan wakaf, serta dana lain yang halal dan legal. Baik dari perorangan, kelompok, maupun perusahaan atau lembaga,” ujar Imam.

Dompet Dhuafa sendiri menetapkan setidaknya ada 114 kampung di seluruh Indoensia. Kampung-kampung tersebut merupakan hasil seleksi dengan mayoritas masyarakatnya mustahik. Dua wilayah yang terpilih di antaranya adalah Bogor dan Karawang.

"Kami mengadakan 114 Grebek Kampung di seluruh Indonesia. Grebek Kampung di Desa Rabag-Rumpin ini merupakan ''kick-off''-nya," ujar Haryo Mojopahit, Ketua Program Ramadan 1440 H Dompet Dhuafa.

Wilayah Bogor atau Desa Rumpin dipilih selain karena mayoritas masyarakatnya mustahik, jarak tempuhnya hanya satu jam dari Jakarta. Selain itu, Desa Rumpin juga memiliki sisi keunikan tersendiri.

Ketua Program Ramadan 1440 H Dompet Dhuafa ini menjelaskan, Desa Rumpin merupakan wilayah yang masih terisolir dengan kearifan lokal yang masih sangat kental.

“Mereka juga anti-speaker (pengeras suara), tidak menggunakan speaker untuk kegiatan apapun di kampung ini termasuk azan di Masjid. Kemudian pendidikan mereka sangat rendah, rata-rata lulus SD (Sekolah Dasar) dan langsung menikah. Ajaibnya, di sini ada keluarga muda yang anaknya 13. Karena mereka masih tabu dengan program pemerintah KB (Keluarga Berencana),” ujar Haryo kepada Sharianews.

Haryo melanjutkan, mata pencaharian penduduk Rumpin berupa pertanian, mengingat Desa tersebut dikelilingi oleh pegunungan. Masyarakat mengandalkan hasil alam dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. (*)

 

Reporter: Fathia Rahma Editor: Achi Hartoyo