Minggu, 12 Juli 2020
22 Thu al-Qa‘dah 1441 H
Home / Keuangan / Genjot Pertumbuhan, BRI Syariah Kerja Sama dengan Investree Salurkan Pembiayaan Rp50 Miliar
FOTO I Dok. alinea.id
Tujuan kerja sama ini sebagai bentuk dukungan BRIsyariah untuk pengembangan bisnis usaha mikro, kecil, dan menengah. 

Sharianews.com, Jakarta ~ BRI Syariah tengah serius menapaki digitalisasi dalam melakukan penyaluran pembiayaan. Hal ini diwujudkan melalui kerja sama dengan Investree yang ditandatangani oleh Direktur Bisnis Ritel BRI Syariah, Fidri Arnaldy dan CEO Investree, Adrian Gunadi.

Sebagai informasi, Investree sendiri merupakan perusahaan teknologi finansial di Indonesia yang memiliki misi sebagai marketplace daring yang mempertemukan orang yang memiliki kebutuhan pendanaan dengan orang yang bersedia meminjamkan dananya, salah satunya dengan prinsip dan akad syariah. Investree juga memiliki tujuan untuk mendigitalisasi inklusi finansial.

Fidri mengatakan, untuk tahap awal, BRI Syariah akan menyalurkan pembiayaan Rp50 miliar melalui Investree. Tujuan kerja sama ini sebagai bentuk dukungan BRIsyariah untuk pengembangan bisnis usaha mikro, kecil, dan menengah. 

BRI Syariah sepakat dengan Investree karena fintek ini memiliki peminjam UMKM dengan tingkat risiko yang terukur. Fidri mengungkapkan, tujuan kerja sama ini adalah memberikan kecepatan, kemudahan dan kenyamanan bagi pelaku UKM untuk mengakses pembiayaan.

Lebih lanjut, ia mengatakan, adanya fintek tidak untuk dijadikan sebagai pesaing bank. Keberadaan fintek untuk melengkapi fungsi perbankan melayani masyarakat. BRI Syariah ingin membantu pelaku UKM atau badan usaha lainnnya untuk mendapatkan fasilitas pembiayaan.

“Jika BRI Syariah bekerja sama dengan Investree, kami optimistis dapat menjangkau UKM yang selama ini belum terakses oleh kami,” jelas Fidri.

Sementara itu, Adrian mengatakan, pihaknya menyambut kerja sama ini dengan antusiasme tinggi. Selain dapat menjadi mitra BRI Syariah dalam menyalurkan pembiayaan untuk UKM yang sedang berkembang di seluruh Indonesia, Investree dan BRI Syariah juga mengusung semangat yang sama yaitu menguatkan ekosistem digital dan perekonomian umat.

"Kami yakin dengan berjalannya kerja sama ini, ekonomi syariah di tanah air dapat lebih maju,” ujar Adrian.

Digitalisasi proses pencairan pembiayaan menjadi salah satu strategi BRI Syariah untuk memperkuat bisnisnya. Selain rencana kerja sama dengan Investree, BRI Syariah telah meluncurkan i-Kurma (Kemaslahatan Untuk Rakyat Madani).

i-Kurma, yang merupakan aplikasi digital untuk memproses pembiayaan mikro akan mempercepat proses pencairan pembiayaan mikro. Selama ini proses bisnis pembiayaan mikro membutuhkan waktu kurang lebih selama sembilan hari. Dengan adanya i-Kurma, permohonan pembiayaan mikro bisa selesai dalam satu hari saat dokumen yang diperlukan sudah lengkap.

Atas usahanya, BRI Syariah mencatatkan pertumbuhan pembiayaan signifikan di tahun 2019. Jumlah pembiayaan BRI Syariah meningkat menjadi Rp 27,38 triliun, atau tumbuh 25,29 persen dibanding tahun 2018 yang sebesar Rp21,86 triliun.

Pertumbuhan pembiayaan ini tercatat di atas rata-rata pertumbuhan pembiayaan perbankan nasional maupun perbankan syariah. 

Pertumbuhan tertinggi pembiayaan di tahun 2019 terdapat di segmen ritel (SME, konsumer, dan mikro) sebagai kunci pertumbuhan pembiayaan BRI Syariah ke depan yang juga telah menghasilkan komposisi portofolio pembiayaan yang berfokus pada core business perseroan. Ketiganya tumbuh masing-masing sebesar 37,47 persen, 28,7 persen dan 26,09 persen. (*)

 

 

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo