Sabtu, 21 September 2019
22 Muḥarram 1441 H
Home / Ekbis / Generasi Milenial Lebih Sukai Aksi, Tidak Puas Hanya dengan Kelompok Kajian
FOTO | Dok. fossei
Generasi milenial tidak puas dengan hanya membuat kelompok studi ekonomi Islam, misalnya lalu menggelar kegiatan kajian, seminar-seminar. Mereka ingin aksi langsung!

Sharianews.com, Jakarta. Berdasarkan data empiris, generasi milenial memiliki tingkat religiusitas tinggi dan tingkat sosial yang tinggi.

Hal itu disampaikan Pengamat Ekonomi Syariah Achmad Iqbal dalam acara yang diselenggarakan Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (Fossei) di Bawang Putih Resto, Depok, Sabtu (22/9/2018).

“Jika tingkat religiusitas dan sosialitas tinggi tentu menjadi mudah untuk berbicara tentang idealisme. Justru anak milenial, itu menurut data yang ada, lebih menyukai aksi langsung dibandingkan wacana,”jelas Iqbal.

Iqbal mengatakan, g, “Mereka (generasi) milenial mengatakan ‘ya itu biasa, itu standar’. Anak milenial ingin bentuk lebih dari pada itu,”katanya saat menjadi pembicara di kegiatan bertajuk 'Inspiration Forum'.

Karena itu, organisasi yang tumbuh atau dakwah harus bisa menjadi sumber inovasi bagi mereka, saat mau menyelami fakta di lapangan - down to earth. 

Iqbal, yang kini menjadi Direktur Eksekutif, Masyarakat Ekonomi Syariah (2004-2018) mengatakan realitas saat ini menunjukkan adanya gairah terhadap tema-tema seputar halal lifestyle. 

Banyak artis yang hijrah, terlihat lebih religi, bahkan mereka memiliki majelis taklim sendiri. "Ini melengkapi majelis-majelis taklim di perkantoran yang sudah lebih subur dari sebelumnya,"katanya. 

Di luar itu, kini juga semakin banyak produk-produk yang dikemas dalam bingkai halal lifestyle. Iqbal mencontohkan, baru-baru ini salah satu perusahan elektronik terkemuka, merilis kulkas bersertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) berkitan dengan halal supply chain. 

"Jadi tanda generasi milenial semakin religius itu, antara lain dalam semua aspek, mereka selalu berpegang pada prinsip halalan toyiba. Bukan hanya dalam soal makanan saja,"ujarnya. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Ahmad Kholil