Selasa, 23 April 2019
18 Sha‘ban 1440 H

Gempita Halal Lifestyle Global

Jumat, 23 November 2018 12:11
FOTO I Dok. Sharianews
Laporan Ekonomi Islam Global 2018 melihat secara cermat apa yang terjadi pada negara yang pemimpinnya kuat dalam mendorong ekonomi Islam seperti UEA dan Malaysia.

http://achihartoyo.com/Sharianews.com. Dilansir dari laman Salaam gateway, Status Laporan Ekonomi Islam Global 2018 akan memberikan perkembangan terbaru dari tren ekonomi Islam dan juga menyoroti outlook sektor ekonomi tersebut.

Dengan populasi umat Islam yang mencapai 1,8 miliar dan perkiraan pengeluaran 2,1 triliun dolar AS pada 2017, pertumbuhan ekonomi Islam terus berlanjut stabil. Bahkan memiliki peluang signifikan untuk terus tumbuh dan mencapai puncaknya. Masih ada ruang untuk terus berkembang mengingat dalam tiga tahun terakhir baru ada investasi tertutup senilai 745 juta dolar AS, jauh dibanding penempatan privat dan modal ventura global yang mencapai 595 miliar dolar AS.

Dukungan pemerintah sangat diperlukan untuk menggerakkan ekonomi Islam, terutama dalam hal peraturan. Laporan Ekonomi Islam Global 2018 melihat secara cermat apa yang terjadi pada negara yang pemimpinnya kuat dalam mendorong ekonomi Islam seperti UEA dan Malaysia, dan yang peran pemerintah belum optimal seperti Saudi Arabia serta Indonesia.

Laporan ini memperkirakan bahwa muslim global menghabiskan 2,1 triliun dolar AS untuk sektor gaya hidup pada 2017. Sementara Islam sektor keuangan memiliki total aset 2,4 triliun dolar AS. Sektor makanan dan minuman menempati kategori tertinggi pada 1,3 triliun dolar AS, diikuti oleh pakaian dan pakaian jadi senilai 270 miliar dolar AS, media dan hiburan senilai 209 miliar dolar AS, perjalanan 177 miliar dolar AS, pengeluaran untuk obat-obatan senilai 87 miliar dolar AS dan kosmetik sebesar 61 miliar dolar AS.

Ekonomi Islam telah menunjukkan perkembangan terbaru yang selaras dengan teknologi dan investasi. Perusahaan telah mengadopsi teknologi blockchain untuk pembayaran, serta mengonfirmasi  terhadap kepatuhan halal  baik pada produk makanan, kosmetik, produk farmasi dari manufaktur ke pengecer.

Dalam keuangan Islam, blockchain dan otomatisasi sedang mengembangkan akses ke layanan keuangan. Teknologi pintar juga diaplikasikan ke dalam pakaian, seperti itu sebagai jilbab pintar yang bisa menunjukkan lokasi tempat ibadah paling dekat dengan menggunakan GPS. Begitu juga dengan investasi juga mengaplikasikan kecerdasan buatan (AI), virtual reality (VR) yang menunjukkan kesiapan untuk memenuhi kebutuhan umat Islam abad 21.

Ekonomi Islam juga memanfaatkan tren yang sedang berkembang untuk produk dan layanan. Ini adalah tren yang selaras dengan ekonomi Islam yang berbasis pada etika dan prinsip-prinsip syariah. Termasuk dalam meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap makanan halal .

Blossom Finance adalah contoh sempurna, dengan solusi blockchain untuk membantu UKM dalam menerbitkan sukuk. Perusahaan-perusahaan Islam juga masuk ke dalam tren produk alami dan vegetarian, kosmetik organik halal, termasuk dalam vaksin yang bebas dari material hewan.

Halal Food

Sektor ini menempati urutan pertama dalam ekonomi Islam yang memiliki banyak perusahaan. Semakin banyak produk makanan yang ditawarkan, semakin banyak membutuhkan sertifikasi halal dan diversifikasi portofolio perusahaan dalam memenuhi selera konsumen yang semakin beragam. Mulai dari permintaan keju mozzarella yang bersertifikat halal, hingga permintaan makanan organik yang terus meningkat.

Perusahaan multinasional telah mencatat potensi tersebut. Sebagai contoh perusahaan Haribo yang telah membuka toko permen halal di London, korporasi Mitsubishi di Jepang juga berinvestasi di Al Islami Foods UAE.

Aktivitas merger dan akuisisi terus berlanjut, meskipun sejumlah investasi utama masih diperlukan untuk meningkatkan sektor tersebut ke level selanjutnya yakni merek makanan halal global. Pengawasan regulasi produksi makanan halal terus meningkat, dengan UEA dan Malaysia yang memimpin.

Pengeluaran umat Islam dalam sektor makanan dan minuman tumbuh 5,1 persen dan diperkirakan mencapai 1,9 triliun dolar AS pada 2023, dan ada peluang signifikan untuk berinvestasi ke dalammerek makanan halal global.

Industri Keuangan Islam

Sektor keuangan Islam tumbuh dengan cepat dan menjadi kekuatan baru yang harus diperhitungkan, terutama untuk negara-negara OKI. Penetrasi perbankan syariah terus meningkat, terutama di UEA. Sementara itu, sektor keuangan Islam telah mengambil alih pangsa pasar pinjaman konvensional di Malaysia pada 2017 yang difungsikan sebagai pendorong pertumbuhan sistem perbankan domestik.

Keuangan Islam telah bergerak melampaui pusat-pusat bisnis di UAE dan Malaysia dan memasukan pendatang baru sebagai pemerintah dalam mendorong inklusi keuangan, dari Afrika Timur ke Asia Tengah.

Penerbitan sukuk masih berlanjut, termasuk sukuk berdenominasi dolar pertama yang diterbitkan oleh GCC senilai  1 miliar dolar AS. Platform investasi keuangan Islam sedang dikembangkan dengan memanfaatkan fintek dari firma hukum periklanan syariah pertama ke platform emas syariah-compliant pertama. Sektor yang sedang berkembang, asetnya diperkirakan mencapai 2,4 triliun dolar AS pada 2017, dan diperkirakan melonjak menjadi 3,8 triliun dolar AS pada 2023.

Wisata Halal

Industri perjalanan halal tengah melebarkan sayapnya melalui penawaran wisata budaya, sejarah, agama, dan pantai. Resor pantai yang ramah muslim terbukti sangat populer, sementara pemerintah di Timur Tengah dan Timur Jauh sedang mengembangkan layanan dan fasilitas terhadap pertumbuhan sektor pariwisata halal global.

Layanan perjalanan ramah-muslim, mulai dari apartemen untuk liburan di Dubai hingga sejumlah aplikasi dan laman berita yang semakin banyak yang melayani wisatawan muslim.

Memang, digitalisasi industri perjalanan halal diharapkan mampu mendorong sektor ini ke depan. Hal tersebut juga didukung oleh kustomisasi rekomendasi perjalanan sebagai layanan analisis data perjalanan halal. Rata-rata wisatawan muslim menghabiskan biaya perjalanan sebanyak 177 miliar dolar AS pada 2017, dan diperkirakan akan mencapai 274 miliar dolar AS pada 2023.

Fashion

Fashion yang sopan dan sederhana telah mengubah wajah industri fashion mainstream. Hal ini ditengarai dengan banyaknya  model berhijab yang melenggang di catwalk, maupun model untuk merek mewah di majalah mode Eropa, termasuk juga model olahraga muslim untuk sampul majalah. Pergeseran penting ini diinisiasi oleh industri retail yang meluncurkan lini mode yang sopan dan sederhana mulai dari Macy’s di AS hingga Marks & Spencer di Inggris, dan H & M di seluruh dunia.

Sementara itu, aktris Malaysia Neelofa menjadi duta pertama yang mengenakan jilbab untuk merek Prancis Lancôme. Merek-merek fashion sederhana di negara-negara OKI terus diluncurkan, dan kaum milenial muslim sedang menetapkan tren baru di negara-negara mayoritas muslim dan non-muslim. Pengeluaran muslim untuk pakaian mencapai 270 miliar dolar AS pada 2017, dan diperkirakan akan mencapai 361 miliar dolar AS pada 2023.

Media dan Hiburan Halal

Media dan hiburan halal memperluas daya tariknya, mulai dari layar besar ke 'Netflix' Muslim untuk anak-anak. Meningkatnya permintaan dari Timur Tengah untuk konten berbahasa Arab, membuat Netflix mengembangkan seri lokal, sementara serial TV Turki terus populer di luar negaranya, terutama dengan produksi kelas atas seperti Ertugrul, versi Usmani Game of Thrones HBO. Bukan hanya hiburan bertema Islami yang mendulang penonton.

Aplikasi dan laman berita turut diluncurkan untuk memenuhi kebutuhan spiritual umat Islam. Sementara itu, Inggris juga menyelenggarakan festival sastra dan budaya muslim pertamanya: MFest. Pengeluaran Muslim di media dan hiburan 209 miliar dolar AS pada 2017, dan diperkirakan akan mencapai 288 miliar dolar AS pada 2023.

Sektor farmasi dan kosmetik halal terus berkembang karena semakin banyak produk yang menggunakan bahan-bahan bersertifikasi halal. Nutraceuticals halal misalnya berfokus pada fungsionalitas, sementara konsep baru dalam obat-obatan halal telah dikembangkan, halalopati, yang menggabungkan penyembuhan spiritual dengan obat yang bersumber dari bahan halal.

Pengeluaran muslim untuk farmasi mencapai 87 miliar dolar AS pada 2017, dan diperkirakan mencapai 131 miliar dolar AS pada 2023, sementara pengeluaran untuk kosmetik diperkirakan mencapai 61 miliar dolar AS, dan akan mencapai 90 miliar dolar AS pada 2023. (*)

Achi Hartoyo