Sabtu, 21 September 2019
22 Muḥarram 1441 H
Home / Global / Geliat Ekonomi Syariah Kian Melonjak di Inggris
-
Inggris kian melirik produk-produk halal. Geliat ekonomi syariah terus melonjak.

 

Inggris kian melirik produk-produk halal. Geliat ekonomi syariah terus melonjak.

Sharianews.com. Geliat perekonomian syariah tak hanya terjadi di negara-negara berbasis Islam atau berpenduduk mayoritas Muslim, tapi juga negara sekuler. Salah satunya Inggris.

Menurut Rektor Universitas Paramadina Firmanzah, regulasi keuangan yang dibuat pemerintah Inggris ikut mendorong berkembangnya ekonomi kreatif yang menyasar ke masyarakat Muslim yang berjumlah 4 juta lebih di negara itu.

“Sudah sejak lama London memposisikan diri dan fokus pada pengembangan salah satu pusat keuangan syariah dunia. Ini menjadi salah satu program unggulan dari otoritas keuangan Inggris. Sehingga banyak tata aturan, kebijakan, regulasi yang mendorong pembangunan ekosistem keuangan syariah” jelasnya.

Hal ini makin terlihat jelas saat Ramadhan lalu, seperti dilansir dari The Guardian (29/4). Deretan supermarket di Inggris seperti Tesco, Sainsbury's, Asda dan Morrisons meningkatkan produk, pameran dan penawaran serta paket khusus untuk kebutuhan selama Ramadhan dan Idul Fitri.  

Morrisons, misalnya, khusus menjual kalender Ramadhan. Kosmetik berlabel MAC, Body Shop dan Godiva Chocolates juga secara khusus mengemas produknya sebagai hadiah Idul Fitri.

Westfield London, pusat perbelanjaan terbesar di Eropa, menjadi tuan rumah festival Idul Fitri. Ini mencakup pameran busana di atas panggung, kios makanan, diskon khusus dan pertunjukan.

Selama Ramadhan, ujar Shelina Janmohamed, wakil presiden Ogilvy Noor dan penulis buku 2016, Generasi M: Anak Muda Muslim Mengubah Dunia, roda perekonomian di Inggris bernilai setidaknya £ 200 juta.

“Kami memperkirakan lebih tinggi dari £ 200 juta setiap tahunnya selama Ramadhan. Mencakup makanan, pakaian, mainan, dan pemberian hadiah. Mengikuti Natal dan Paskah dalam skala dan ukuran. Ini tentunya merupakan peluang bisnis terbesar yang belum dimanfaatkan di Inggris,” katanya.  

Menurut laporan State of the Global Islamic Economy, roda perekonomian Islam secara global diperkirakan bernilai lebih dari £3 triliun pada 2021, dan tumbuh hampir dua kali lipat di tingkat ekonomi dunia secara umum. Sektor ini meliputi makanan halal, keuangan Islam, travel halal, busana muslim, media, serta obat-obatan dan kosmetik halal.

Firmanzah berharap ekonomi berbasis komunitas Muslim di Inggris dan belahan dunia lain terus meningkat, termasuk di Indonesia. *(SN)

 

Reporter: Emha Asror

Editor: A.Rifki