Minggu, 17 Oktober 2021
11 Rabi‘ al-awwal 1443 H
Home / Keuangan / Gelar RUPSLB, Bank Muamalat Incar Rp1,2 Triliun dari Rights Issue
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa

Sharianews.com, Jakarta - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin 30 Agustus 2021.

Dalam risalah RUPSLB yang diterima Jumat (03/09) menghasilkan sejumlah kepututusan diantaranya Bank Muamalat mendapat restu untuk melakukan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue, sekaligus subordinasi Rp2 triliun.

Pada pertemuan yang berlangsung di Ballroom BJ Habibie, Muamalat Tower Lantai 2, Jakarta itu menyepakati rencana untuk menerbitkan sebanyak-banyaknya 40 miliar saham baru, dengan nominal Rp30 per saham.

Harga pelaksanaan juga dipatok Rp30 per lembar saham. Dengan demikian, aksi perseroan ditargetkan mampu menghimpun dana sebanyak-banyaknya Rp1,2 triliun. Jumlah saham yang akan diterbitkan serta rasio jumlah HMETD akan diinformasikan dalam prospektus PMHMETD mendatang.

“Penerbitan saham baru tersebut, akan dilakukan dengan cara penerbitan HMETD kepada para pemegang saham perseroan. Jumlah saham yang akan diterbitkan serta rasio jumlah HMETD terhadap saham yang akan diterbitkan akan diinformasikan dalam prospektus PMHMETD mendatang,” jelas bunyi risalah itu.

Apabila saham tidak seluruhnya diambil oleh pemegang HMETD, sisanya akan dialokasikan kepada pemegang HMETD lainnya yang melakukan pemesanan lebih dari haknya, secara proporsional berdasarkan hak yang telah dilaksanakan.

“Pemegang saham lama yang tidak melaksanakan haknya untuk membeli saham baru yang ditawarkan dalam PMHMETD ini sesuai HMETD akan mengalami penurunan persentase kepemilikan saham atau dilusi,” ujar risalah Bank Muamalat.

Selain itu, RUPSLB juga menyetujui Penerbitan Instrumen Subordinasi atau instrumen surat utang syariah (sukuk). Perseroan mengusulkan kepada pemegang saham untuk menyetujui rencana perseroan atas penerbitan sukuk sebanyak-banyaknya sebesar Rp2 triliun.

Penerbitan instrumen subordinasi tersebut dilakukan untuk memperkuat struktur permodalan guna meningkatkan pertumbuhan bisnis perseroan di bidang jasa perbankan syariah.

Rep. Aldiansyah Nurrahman