Rabu, 1 Februari 2023
11 Rajab 1444 H
Home / Keuangan / Gelar Diskusi di Unair, BNI Syariah Dorong Kewirausahaan
"Kami terus berinovasi dalam rangka menyediakan solusi perbankan syariah berbasis digital," ungkap Firman, Direktur Utama BNI Syariah

Sharianews.com, Jakarta ~ BNI Syariah mendukung berkembangnya entrepreneurship atau kewirausahaan terutama untuk generasi muda. Untuk itu, BNI Syariah menggelar Leadership Forum dengan tema Funding for Entrepreneur in Industry 4.0. Acara ini dilakukan di Aula Garuda Mukti Kampus C, Universitas Airlangga (Unair), Surabaya.

Diikuti oleh 300 peserta, dalam acara yang digelar 28 Maret 2019 ini, dilaksanakan public lecture terkait perbankan syariah 4.0 dan seminar mengenai kewirausahaan. Ada dua narasumber utama yang hadir dalam acara ini yakni Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo dan CEO dan Founder Ammana Fintek Syariah, Lutfi Adhiansyah.

Firman mengatakan saat ini tren layanan digital harus direspon oleh perbankan dengan optimalisasi pemanfaatan teknologi. "Kami terus berinovasi dalam rangka menyediakan solusi perbankan syariah berbasis digital," ungkap Firman, dalam rilis yang diterima Sharianews.com (29/3).

Ada beberapa strategi yang dilakukan BNI Syariah terkait pengembangan digital. Pertama adalah dengan mengoptimalkan teknologi dan jaringan BNI incorporated agar bisa memberikan layanan yang terbaik.

Untuk menghadapi era digital, BNI Syariah terus melakukan adaptasi dan kolaborasi. Bank juga melakukan transformasi baik dari sisi sumber daya manusia maupun infrastruktur baik perangkat lunak dan perangkat keras.

Pada tahun ini, BNI Syariah menekankan pengembangan digital untuk ekosistem halal. Digitalisasi halal ekosistem dilakukan dengan beberapa langkah strategis.

Selain itu, BNI Syariah tergabung sebagai anggota Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) sekaligus mendukung kebutuhan penggunaan fitur-fitur payment/transfer bank yang digunakan oleh para startup/fintech untuk mendukung pengembangan ekosistem halal syariah.

Seiring pengembangan digital, BNI Syariah juga berkontribusi optimal dalam pertumbuhan industri halal dan mendorong banyak pengusaha muncul dari bisnis halal ini. Menurut Firman, potensi industri halal di dunia bahkan di Indonesia cenderung besar.

Berdasarkan Global Islamic Finance Report 2017, untuk halal food secara global tercatat mempunyai potensi 170 miliar dolar AS, halal fashion 20 miliar dolar AS, halal travel 10 miliar dolar AS, halal kosmetik 10 miliar dolar AS, halal education 12 miliar dolar AS dan Islamic finance 82 miliar dolar AS.

Peningkatan bisnis halal ini didorong oleh peningkatan masyarakat kelas menengah di Indonesia. Meskipun demikian, untuk mewujudkan hal ini, masih ada tantangan yang dihadapi. Salah satunya adalah tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah yang masih rendah dibandingkan dengan konvensional.

Lutfi mengatakan ekonomi syariah jika digabungkan dengan industri 4.0 akan menjadi kekuatan cukup besar. "Karena teknologi finansial akan mendorong bisnis syariah menjadi lebih optimal," pungkas Lutfi. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo