Kamis, 21 Maret 2019
15 Rajab 1440 H
x
FOTO I dok. Kintamani.id
Seperti diketahui, Indonesia menduduki peringkat pertama dari 10 negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.

Sharianews.com, Jakarta ~ Gabungan Pengusaha Makanan dan Minunan Seluruh Indonesia (GAPMMI) mengatakan akan mendorong industri makanan minunan (mamin) halal agar bisa menjadi produsen terbesar di negaranya sendiri.

"Bagi kami modal terbesarnya bukan hanya pasarnya tapi resources, dari sisi bagaimana kita bisa menjadi pusat produksi untuk industri mamin minimal di Asean, karena kalau kita melihat masalah penduduk Muslim terbesar kenapa kita tidak berpikir ke arah sana," papar Ketua Komite Organisasi Keanggotaan dan Daerah GAPMMI, Triyono Prijosoesilo, di acara Jakarta Syariah Halal Festival JCC, Jumat (8/3).

Seperti diketahui, Indonesia menduduki peringkat pertama dari 10 negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.

Namun, hingga saat ini, Indonesia belum bisa menjadi basis produksi, baru terbatas sebagai konsumen terbesar dengan jumlah 222 juta penduduk Muslim saat ini.

Triyono menambahkan, untuk membangun industri secara global bukan perkara mudah, dan perlu waktu.

"Memang itu merupakan tantangan dalam periode jangka panjang yang tidak cukup dijalani 1-2 tahun," sambung Triyono.

Triyono mengungkapkan, GAPMMI dari sisi internal sudah lama melakukan pendampingan bagi pelaku UMKM terkait dengan produk halal, dengan bekerja sama dengan LPPOM MUI.

Dengan mengedepankan cara membangun iklim regulasi dan mempertimbangkan Indonesia untuk menjadi basis produksi.

"Mulai dari perpajakannya, biayanya, bahan baku, sampai kandungan halalnya," ungkap Triyono.

Triyono menambahkan, kompetisi akan semakin banyak, tetapi itulah esensi kegiatan usaha bahwa semua harus siap untuk berkompetisi.

"Kalau kita tidak pernah berkompetisi kita akan menjadi jagoan kandang saja," tutup Triyono. (*)

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo