Minggu, 20 Oktober 2019
21 Ṣafar 1441 H
Home / Lifestyle / Franka Soeria: Indonesia Butuh Strategi di Bidang Modest Fashion
FOTO I Dok. sharianews.com
Indonesia mampu menempati urutan pertama di dunia, dengan syarat mampu memperbaiki produk dan strategi pasar agar dapat bersaing secara global.

Sharianews.com, Jakarta ~ Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, angka PDB ekonomi kreatif 2016 untuk industri fashion sebesar 18,01 persen dengan nilai Rp166 triliun. Besarnya angka tersebut, salah satunya disumbang dari industri modest fashion.

Industri fesyen menempati urutan kedua sebagai kontributor terbesar. Ini berarti, Indonesia memiliki potensi untuk mengembangkan ekonomi melalui bidang tersebut. Bahkan, tidak menutup kemungkinan Indonesia mampu menempati urutan pertama di dunia, dengan syarat mampu memperbaiki produk dan strategi pasar agar dapat bersaing secara global.

Franka Soeria, seorang modest fashion expert sekaligus Founder #Markamari mengakui, saat ini dirinya lebih mudah menjual produk luar negeri dibandingkan dengan produk dari Indonesia.

“Itulah kenapa kita membutuhkan strategi lebih baik lagi. Jadi, jangan pintar sendiri, ayo bareng-bareng gitu. Fashion Week tahun ini kita mau adakan di Istanbul, Dubai, Jakarta, Amsterdam, kita bisa mem-push brand-brand Indonesia,” ujar Franka yang merupakan konsultan fesyen di beberapa negara.

Kiprahnya yang sudah mendunia, membuat Franka berupaya keras agar Indonesia bisa maju sebagaimana negara lain di bawah bimbingannya. Menurutnya, fesyen Indonesia harus memiliki desain yang lebih kreatif, diverse, dan inovatif.

“Harusnya di-branding seperti itu, jangan kita bungkus fesyen Indonesia jadi terlalu etnik atau bahkan terlalu heboh. Pasar luar negeri lebih tertarik dengan fesyen yang kreatif, fungsional. Indonesia itu hidden treasure-nya banyak banget, banyak yang bisa digali dan diaplikasikan dalam corak fesyen," ujar penggagas fashion week ini.

Saat ini, Franka juga tengah menjalankan sebuah program bernama ‘Benang Project’. Bersama dengan UNHCR (badan PBB untuk pengungsi), Benang Project melalui #Markamarie membuka pelatihan fesyen bagi para pengungsi yang ada di Indonesia.

“Sebenarnya proyek kecil tapi ini beritanya ada di enam bahasa. Sampe pas kemarin balik dari Dubai aku ke workshop ada sutradara terkenal datang ke workshop aku, untuk mengapresiasi. Aku bilang amazing, kita punya potensi besar untuk mengeluarkan proyek-proyek global,” ungkap dia,

Saat ini, Benang Project telah memberdayakan sekitar 14 ribu pengungsi yang ada di Indonesia. Berbagai keterampilan diberikan, seperti mendesain, membuat pola, menjahit, teknik pemotretan, hingga fashion show. (*)

                                                                                 

 

Reporter: Fathia Rahma Editor: Achi Hartoyo