Sabtu, 6 Juni 2020
15 Shawwal 1441 H
Home / Ziswaf / FOZ Serahkan 125 Sertifikat untuk Amil yang Kompeten
Foto/dok.romy
Dalam acara tersebut diserahkan 125 sertifikat amil zakat yang sudah dinyatakan kompeten sesuai keputusan Badan Nasional Sertifikat Profesi (BNSP).

Sharianews.com, Jakarta ~ Keberadaan organisasi pengelola zakat, baik Badan Amil Zakat ataupun Lembaga Amil Zakat yang berada di Indonesia, dalam menghimpun dan menyalurkan dana zakatnya, perlu didorong agar terus meningkat, baik sistem maupun manajemen pengelolaanya.

Hal tersebut sejalan dengan komitmen pemerintahan presiden Joko Widodo ke depan untuk membangun sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul. Sejalan dengan semangat tersebut, Forum Zakat (FOZ) mengadakan acara Serah Terima Sertifikat Amil Tersertifikasi yang diadakan di Aula PP Muhammadiyah Jakarta.

Dalam acara tersebut diserahkan 125 sertifikat amil zakat yang sudah dinyatakan kompeten sesuai keputusan Badan Nasional Sertifikat Profesi (BNSP) yang terdiri dari 98 orang Amil Dasar, 12 Ahli Amil dan 15 Asesor.

Menurut Ketua Umum Forum Zakat, Bambang Suherman, Konsep gagasan sertifikasi tersebut sangat strategis dan penting untuk dilaksanakan. Pasalnya ada kemungkinan pergeseran regulasi ke arah pendekatan standarisasi melalui sertifikasi. Termasuk dalam bidang pengelolaan zakat.

“Sangat mungkin nantinya negara membuat semacam persyaratan bagi lembaga zakat untuk menjamin kualitas pengelolaan zakat di lembaga itu. Misalnya, minimal harus ada sekian amil dasar, amil madya, dan amil ahli yang tersertifikasi oleh BNSP. Kalau tidak maka lembaga zakat bersangkutan tidak bisa mendapatkan legal operasionalnya. Kami duga proyeksinya akan ke sana,” tutur Bambang, Senin (26/8).

Sehingga menurut Bambang, dengan diakuinya profesionalitas amil zakat, akan membuat amil zakat di Indonesia semakin dipercaya, dan makin bermanfaat bagi sebanyak mungkin masyarakat yang membutuhkan.

Sertifikasi amil juga dilakukan untuk memastikan agar amil zakat memiliki standar yang sama dalam bekerja. Pekerjaan yang dilakukan bisa dipertanggungjawabkan secara profesional, sama seperti profesi lain misalnya guru, advokat, tenaga medis dan lain sebagainya.

Pasca diserahkannya sertifikat kepada 125 orang amil zakat yang sudah tersertifikasi tersebut, ke depannya FOZ berharap dapat bersinergi dengan stakeholder zakat lain seperti Kementerian Agama.

Hal itu dimaksudkan untuk mewujudkan adanya Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), yang akan menjadi sebuah pedoman yang baku dan bersifat nasional yang nantinya dapat diaplikasikan dalam rangka memenuhi kebutuhan meningkatkan kualitas kerja amil zakat seluruh Indonesia.

Tentu saja hal ini juga akan semakin memudahkan profesi amil zakat ini bisa setara dengan profesi lainnya. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo