Senin, 16 September 2019
17 Muḥarram 1441 H
Home / Lifestyle / Founder Eco Business: Eropa Sadar akan Sampah
FOTO I Dok. radioidola.com
Sampah tersebut nantinya akan kembali diolah menjadi barang yang memiliki nilai, seperti tas, gantungan, pakaian, dompet, dan sebagainya.

Sharianews.com, Tangerang ~ Tepat 27 Oktober sampai 12 November 2018 lalu Edy Fajar Prasetyo selaku founder Eco Business berkesempatan terbang ke negeri Eropa mewakili komunitasnya.

Bermula dari kompetisi Apresiasi GTK PAUD Dikmas Berprestasi Tingkat Nasional di Bengkulu pada tahun 2017, Edy menjadi juara satu untuk kategori pengelola taman bacaan.

Uniknya, taman bacaan yang biasa disebut sebagai program CLBK (Cerdas Luar Biasa Kreatif) merupakan salah satu program dari Eco Business, di mana anak-anak bisa belajar dan membaca buku hanya dengan membawa sampah plastik.

Sampah tersebut nantinya akan kembali diolah menjadi barang yang memiliki nilai, seperti tas, gantungan, pakaian, dompet, dan sebagainya.

Di Eropa, tepatnya di Denmark dan Swedia, ia menjalankan pelatihan gratis berupa program pertukaran budaya dan pendidikan.

Namun, secara pribadi justru ia juga menemukan pelajaran lain, yakni pada bidang lingkungan.

Edy menceritakan hasil perjalanannya, di mana negara maju seperti Eropa ternyata lebih peduli dan sadar akan sampah. Bahkan menjadikan permasalahan sampah tersebut sebagai peluang untuk memperoleh keuntungan.

“Pemulung di sana bukan sebagai golongan kasta terendah. Tapi justru dari pembiasaan dan awerness-nya sangat baik. Negara maju itu, bagaimana mereka mengelola masalah menjadi peluang dan ternyata bahkan di sana mengimpor sampah dari negara tetangga. Karena itu dijadiin sebagai sumber energi,” kata Edy Fajar saat ditemui di kawasan Ciputat beberapa waktu lalu.

Untuk memanfaatkan peluang tersebut, di sana terdapat mesin yang bisa memasukkan sampah plastik secara otomatis ke dalamnya dan mesin tersebut mengeluarkan uang sebagai imbalan.

Edy pun sempat mencoba menggunakan mesin tersebut selama dua minggu dan terkumpul uang senilai hingga Rp23ribu.

“Jadi ya gaya hidupnya bagus banget. Misalnya harga minuman sepuluh ribu, tetapi sebenarnya lima ribu. Maka lima ribunya lagi sebagai jaminan, kalau botolnya dikembalikan maka lima ribunya akan kembali,” tutup pendiri Eco Business ini. (*)

 

Reporter: Fathia Rahma Editor: Munir Abdillah