Sabtu, 20 April 2019
15 Sha‘ban 1440 H
Dok/Foto Istimewa
Selain itu, harapannya agar kader Fossei mengakar ke seluruh bidang demi peningkatan ekonomi Islam yang lebih baik,” katanya menegaskan.

Sharianews.com, 

Forum Studi Hukum Ekonomi Islam (Forshei) UIN Walisongo Semarang kembali mengharumkan nama Almamater UIN Walisongo Semarang cengan meraih juara pertama pada lomba Olimpiade Ekonomi Islam dan peringkat keempat pada lomba simposium Temu Ilmiah Nasional (Temilnas) ke-28.

Temilnas ini adalah kompetisi rutinan tahunan berskala nasional yang di selenggarakan oleh Badan Pelaksana Harian Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam (Fossei) Nasional. Diadakan di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya dengan mengambil tema “Pengembangan Industri Halal di Indonseia Melalui Optimalisasi Ziswad dan Sociopreneur”.

Kegiatan Temilnas ini diadakan sejak tanggal 12-16 April 2019 yang diikuti oleh lebih dari 500 mahasiswa yang berasal dari 196 Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) diberbagai perguruan tinggi di Indonesia. Pembukaan acara Temilnas dilaksanakan pada tanggal 14 April 2019. Sehari sebelum itu, diadakan technical meeting dan dilanjutkan oleh Competitons time.

Pembina Forshei serta Wakil Dekan Dua Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo Semarang, Wahab mengaku ikut berbahagia atas prestasi yang di capai kader Forshei UIN Walisongo Semarang.

Ia juga berpesan agar kader Forshei tidak merasa puas dan berhenti dengan prestasi yang diraih, karena akan menyebabkan kemunduran tetapi harus selalu berikhtiar untuk selalu sukses dan lebih bermanfaat. “Semoga prestasi ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan lagi hingga taraf internasional,” kata Wahab, dalam keterangan resmi yang diterima Sharianews.com, Selasa (16/4).

Selain menyelenggarakan kompetinsi Temilnas kali ini juga diadaknnya Seminar Internasional, Blueprint dan lokarya kaderisasi yang bertujuan untuk menetapkan tujuan, penyusunan strategi untuk pengembangan ekonomi Islam serta meningkatkan kapasitas kader-kader Fossei.

Seminar internasional ini berlangsung di Fadjar Notonegoro Hall Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unversitas Airlangga yang diisi oleh tiga pemateri yaitu Anwar Allah Pitchay dari Universitas Sains Malaysia, Dosen Unai Mustofa Helmi Effendi, dan CEO Jawara Banten Farm Nur Agis Aulia selaku.

Dengan Mengusung Tema “Development of halal industry through Zizwaf and Socioprenuer Optimalization” Pada acara seminar ini, Wakil Dekan 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unair Rudi Purwono menyampaikan pesan kepada seluruh KSEI yang ada di Indonesia harapanya gar Temilan membawa pengaruh besar untuk ekonomi Islam.

“Harapan saya untuk temilnas ini kedepannya bisa membawa ekonomi Islam mendunia dan dapat mensejahterakan umat lebih luas” ujar Rudi.

Selain itu, Halwani selaku Presidium Nasional bidang keilmuan Fossei juga memaparkan harapannya agar lahir pemimpin negeri yang tercetus dari kader Fossei yang saat ini sudah mulai merambat ke lembaga-lembaga kepemerintahan diantaranya Badan Pemeriksa Keuangan, Bank Indonesia, Komite Nasional Keuangan Syariah.

“Selain itu, harapannya agar kader Fossei mengakar ke seluruh bidang demi peningkatan ekonomi Islam yang lebih baik,” katanya menegaskan.

Temilnas memiliki tujuan tidak hanya sebagai media untuk kader Fossei dalam berkarya, berkompetisi dan menunjukan Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) mana yang keilmuannya lebih unggul. Tetapi juga tempat berkumpulnya aktifis-aktifis ekonomi Islam untuk merajut ukhwah dan silahturahmi.

Serta memberikan gagasan untuk meningkatkan kondisi perekonomian Indonesia lewat industri halal dengan memanfaatkan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf).

Reporter: Aldy Nurrahman Editor: Munir Abdillah
#Forshei