Senin, 23 September 2019
24 Muḥarram 1441 H
Home / Keuangan / Fintech Syariah Tidak Pernah Membebani Nasabah
FOTO I Dok. sharianews.com
Tidak ada satu pun rentenir yang berasal dari fintech syariah. Prinsip syariah adalah tetap selalu dalam koridor yang ditetapkan Allah, meski pemerintah, industri tidak mengeluarkan regulasi.

Sharianews.com, Jakarta ~ Penerapan aplikasi teknologi finansial (fintech) dengan prinsip-prinsip syariah bisa meningkatkan citra positif industri keuangan syariah secara umum, ujar Wakil Ketua Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI), Jamil Abbas, Kamis.

Menurut Jamil, finctech syariah menegakkan nama baik keuangan syariah, terutama saat banyak suara miring yang menganggap metode keuangan syariah tidak jauh berbeda dengan sistem konvensional.

“Kehadiran fintech syariah ini bagaikan melengkapi puzzle yang membuat keuangan syariah akan bisa tampil lebih berbeda dibandingkan konvensional,” jelasnya.

Saat ini, muncul kesan bahwa sektor fintech kurang diatur oleh pemerintah. Hal ini terlihat dari regulasi yang kurang mengikat dibandingkan bank.

Akibatnya, banyak penyelewengan pada praktik fintech konvensional, bahkan menjadi rentenir yang memberatkan nasabah. Pendeknya, kata Jamil, pinjaman online menjadi mudarat dan  mengakibatkan masalah.

“Banyak yang bukan membantu masyarakat, tetapi justru menjebak,” ujar dia.

“Namun, tidak ada satupun rentenir yang berasal dari fintech syariah. Semua yang nakal-nakal itu adalah fintech non-syariah. Fintech syariah tidak ada yang buat ulah.”

Menurut Jamil, inilah makna syariah sebenarnya, yaitu pada saat tidak ada yang mengatur di dunia, namun tetap punya aturan sendiri yang dipatuhi oleh para pelakunya dan tidak membawa masalah bagi masyarakat.

“Syariah adalah tentang tetap selalu dalam koridor yang ditetapkan Allah, walaupun pemerintah, industri tidak ada mengeluarkan regulasinya,” ujar dia.  

Karena itu, pengembangan fintech syariah memberikan citra positif bagi ekonomi syariah. Karena sudah membuktikan tetap menjaga diri, berada pada koridor yang benar, meski tidak ada regulasi yang mengikat kuat.

Sementara konvensional, dengan regulasi serupa, banyak yang menjadi rentenir.

 “Dengan adanya fintech syariah semoga mereka melihat bahwa  pada saat less regulated, orang syariah itu tetap menjaga dirinya, tidak kebablasan, tidak mencong sana sini,” papar Jamil.

Selain citra postif, Jamil mengatakan keberadaan fintech syariah juga berdampak langsung kepada perekonomian umat.

“Fintech syariah itu memungkinkan lebih banyak lagi terjadinya deal-deal antar-umat. Karena yang sebelumnya ini adalah kita terlalu bergantung kepada lembaga bank,” pungkasnya.

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: nazarudin