Selasa, 17 September 2019
18 Muḥarram 1441 H
Home / Keuangan / Fintech Alami Komitmen Terapkan Model Bisnis Sharia-Driven
Alami berharap dapat berperan aktif mengembangkan ekosistem ekonomi syariah bersama para stakeholder dalam mewujudkan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs),

Sharianews.com, Jakarta. Menanggapi banyaknya pertanyaan terkait komitmen kepatuhan industri keuangan syariah terhadap pemenuhan prinsip syariah atau sharia complience dalam pemanfaatan financial technology (fintech), PT Alami Teknologi Sharia (Alami), menghadirkan solusi dengan membentuk platform pembiayaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang mengedepankan nilai keadilan dan keterbukaan.

Dima Djani, CEO dan Founder Alami, mengatakan hal tersebut merupakan komitmen Alami dalam penerapan bisnis model yang bersifat Sharia-Driven, sebagai suatu langkah lebih maju dalam penerapan pemenuhan prinsip syariah di sektor pemibiyaan UKM.

Lebih lanjut Dima mengatakan, pihaknya berharap dapat berperan aktif dalam mengembangkan ekosistem ekonomi syariah bersama para stakeholder dalam mewujudkan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau yang dikenal dengan Sustainable Development Goals (SDGs), yang selaras dengan program yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
 
Salah satu bentuk implementasi Sharia-Driven yang diterapkan oleh Alami antara lain adalah memberikan pendampingan bagi penerima pembiayaan berupa kerjasama pelatihan usaha dalam mengembangkan kualitas keuangan dan usaha para UKM.
 
Dengan begitu, kemitraan yang terwujud tidak hanya terfokus pada profit maximization, tetapi impact-maximization. Dalam artian memiliki tujuan moral untuk berbuat baik, menghasilkan dampak sosial, atau lingkungan yang terukur, serta membangun sistem keuangan untuk semua.
 
"Dalam kurun waktu enam bulan terakhir, Alami terus mengalami peningkatan jumlah penerima pembiayaan. Alami telah membantu 10 UKM di Indonesia, dengan total pembiayaan sebesar Rp 20 miliar,"jelas Dima, di Jakarta, Rabu (21/11/2018).
 
Selain itu, dari 80 UKM yang mendaftar di platform Alami, sudah ada 50 UKM yang lolos screening awal dan berada pada tahap analisa pihak mitra institusi keuangan syariah.
 
"Umumnya, penerima pembiayaan Alami berasal dari industri halal dengan bidang usaha manufaktur, industri kreatif, perdagangan, jasa kesehatan, dan pendidikan,"papar Dima.
 
Peningkatan ini juga didukung oleh teknologi Alami yang dapat menyaring calon penerima pembiayaan dalam waktu satu hari, dengan presentase keberhasilan penyaringan diterima oleh mitra institusi keuangan syariah sebesar 80 persen.
 
Selanjutnya, mitra tersebut yang akan melakukan verifikasi data calon penerima pembiayaan sesuai dengan SOP sebelum proses pencairan dana. Dalam penyediaan layanan pembiayaan syariah bagi para UKM, Alami bekerjasama dengan lima mitra institusi keuangan syariah, yaitu Bank Mandiri Syariah, Bank BNI Syariah, Bank Mega Syariah, Jamkrindo Syariah dan Kapitalboost.
 
Sejalan dengan nilai Syariah agar bermanfaat terhadap pihak yang membutuhkan, serta mewujudkan pembangunan yang bertanggung jawab secara sosial, saat ini Alami sedang mengembangkan fitur donasi bersama para stakeholder di sektor pendidikan.
 
"Kami berharap, melalui inisiatif yang sesuai dengan prinsip syariah yang dilakukan Alami, ke depannya juga dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia dan berdampak signifikan bagi keadaan makro ekonomi secara keseluruhan,"pungkas Dima. (*)
 
Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Ahmad Kholil