Minggu, 24 Januari 2021
11 Jumada al-akhirah 1442 H
Home / Global / Filipina Gandeng Lembaga Internasional Keluarkan Sertifikasi Halal
Foto: Dok. Gomuslim.co.id
Filipina kini punya lembaga yang bisa keluarkan sertifikat halal yang diakui internasional.

Filipina kini punya lembaga yang bisa keluarkan sertifikat halal yang diakui internasional.

Negara-negara di Timur Tengah kini memperketat identifikasi dan kategorisasi berbagai produk yang masuk, apakah punya sertifikasi halal atau tidak. Di beberapa negara Islam hal ini sudah menjadi protokol umum.

Dengan identifikasi itu, negara-negara Islam dapat memutuskan, apakah mereka akan mengizinkan sebuah produk tertentu dapat masuk ke negara mereka atau tidak.

Untuk itu, Biro Akreditasi Filipina (PAB) bekerjasama dengan Otoritas Standarisasi dan Metrologi Uni Emirat Arab (UAE-ESMA) menandatangani nota kesepahaman untuk memfasilitasi sertifikasi halal untuk eksportir Filipina ke Uni Emirat Arab (UEA).

Dengan nota kesepahaman ini, PAB dapat mengakreditasi dan mengeluarkan sertifikasi halal untuk perusahaan di Filipina. Sertifikasi halal PAB ini secara otomatis diakui oleh UEA.

Menurut Direktur Export Management Bureau (EMB), Senen Perlada, selama ini eksportir Filipina harus ke suatu negara Islam untuk mendapatkan sertifikasi halal dari badan sertifikasi yang diakreditasi Philippine Accreditation Bureau (PAB). Sertifikasi ini pun juga harus diakui oleh otoritas akreditasi negara Islam tertentu.

“Jadi cukup rumit bagi eksportir Filipina untuk mengurus sertifikasi halal di luar negeri,” jelasnya seperti dilansir Halalfocus.net (23/7).

Perusahaan-perusahaan Filipina yang mengekspor ke negara-negara Islam ini, tambahnya, akan mendapatkan keuntungan jika mereka membuat barang dan jasa mereka bersertifikasi halal.

“Ada negara-negara Islam tertentu yang berencana untuk meminta eksportir mereka menyatakan apakah produk mereka halal atau non-halal,” kata Perlada.

Dengan kemudahan ini, lanjutnya, eksportir asal Filipina perlu memperkuat protokol sertifikasi mereka ke negara-negara Islam tertentu.

“Apa yang penting bagi pengusaha Filipina adalah memiliki sertifikasi dan akreditasi halal yang lebih kuat. Kemitraan dengan UAE-ESMA ini membuat Filipina dapat mengekspor ke negara tetangga dan Uni Emirat Arab karena sudah mendapat sertifiasi halal dari UAE-ESMA," jelasnya.

Direktur Jenderal UAE-ESMA, Abdulla Abdelqader Al Maeeni menegaskan, nota kesepahaman dengan PAB ini dapat mengurangi hambatan teknis bagi para eksportir Filipina yang mengincar pasar Uni Emirat Arab.

“Ini akan bebas dari hambatan yang signifikan. Sertifikat itu tidak akan diuji ulang dan tidak akan ada sertifikasi tambahan,” ujarnya.

Abdulla mengungkapkan, sertifikasi halal di UEA adalah standar internasional. Hal ini berarti sertifikasi dari UEA-ESMA juga diakui di negara lain, dan produk-produk yang terdaftar dan bersertifikasi halal juga dapat mengakses produknya ke beberapa pasar di kawasan ini.   

“Sebelumnya, mereka membayar untuk beberapa sertifikat. Sekarang mereka hanya membayar satu sertifikat. Ini dapat menghemat biaya saat mengekspor ke negara-negara Islam,” urai pejabat UAE-ESMA ini. (*)

 

Reporter: Aldi Nurrahman. Editor: A.Rifki.