Selasa, 19 November 2019
22 Rabi‘ al-awwal 1441 H
Home / Ziswaf / FH-UI Sosialisasi Wakaf Produktif di Desa Guranteng Tasikmalaya
“Skema wakaf menguntungkan, karena harta atau modal yang diberikan akan tetap abadi. Sedangkan yang diberikan kepada penerima manfaat wakaf dari hasil pengolahan,” jelas Heru.

Sharianews.com, Jakarta ~ Tim dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) melakukan Pengabdian Masyarakat dengan tema Sosialisasi Skema Wakaf Produktif dan Peningkatan Mutu Produk UMKM.

Sosialiasi tersebut bertempat di Desa Guranteng Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (2/10).

Ketua Tim Dosen Fakultas Hukum UI, Heru Susetyo menjelaskan, untuk meningkatkan ekonomi UMKM alternatif, selain dari investor, modal juga bisa diperoleh dari skema wakaf.

“Skema wakaf menguntungkan, karena harta atau modal yang diberikan akan tetap abadi. Sedangkan yang diberikan kepada penerima manfaat wakaf dari hasil pengolahan,” jelas Heru seperti dalam keterangan tertulis.

Komisioner Badan Wakaf Indonesia, Imam Nur Azis mengatakan, puncak dari melemahkan harta adalah wakaf dengan melepaskan hak milik harta dan mengembalikannya kepada Allah.

Menurutnya, wakaf bisa menjadi modal dalam mengembangkan UMKM di desa. Selain itu, wakaf juga bisa bersinergi dengan koperasi atau BUMDES.

“Untuk merealisasikan hal tersebut perlu membentuk badan khusus yang mengelola wakaf dalam bentuk lembaga sendiri atau dibentuk divisi di koperasi yang ada di Desa Guranteng dengan menyesuaikan dengan peraturan wakaf,” terang Nur Azis.

Imam juga menambahkan, wakaf harus dikelola secara produktif, atau istilah lainnya money make money.

“Kita harus merubah paradigma kita bahwa wakaf itu hanya tiga M, yaitu makam, masjid dan madrasah,” ungkap Nur Azis.

Nur Azis memberikan contoh, pada masa Umar ibn Khattab dan beberapa negara Muslim, menjadikan wakaf sebagai modal mengembangkan ekonomi negara.

Kepala Desa Guranteng Kecamatan Pagerageung, Endang Bahrum SPdI menyampaikan terima kasih kepada Fakultas Hukum UI karena telah berbagi ilmu kepada masyarakat Guranteng.

Kegiatan ini, kata Endang Bahrum, penting mengingat Desa Guranteng adalah desa dengan potensi wisata dan produksi susu sapi yang sangat baik.

“Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan kebaikan dan mampu mendorong peningkatan ekonomi masyarakat,” harap Endang Bahrum. (*)

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo