Senin, 17 Juni 2019
14 Shawwal 1440 H
Home / Haji umrah / Februari, Pemerintah Umumkan Biaya Haji
Foto|Dok Anadolu Agency
Biaya ini, menurut Menteri Lukman sangat dipengaruhi oleh kurs mata uang. Jika rupiah menguat terhadap mata uang asing, maka biaya akan lebih murah.

Sharianews.com, Jakarta ~ Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) masih digodok oleh pemerintah dan juga para anggota dewan, ditargetkan awal bulan Februari ini sudah dapat putusan berapa besaran angka yang diberikan kepada calon jemaah Haji.

Faktor-faktor yang menjadi kenaikan maupun penurunan biaya haji tidak hanya dipengaruhi oleh kurs saja, tetapi juga oleh faktor lainnya. Seperti biaya hotel, makanan, dan juga biaya pesawat terbang.

"Karena semua aktifitas itu kan di luar negeri, jadi semua pembayaran itu semua dengan mata uang asing, kalau tidak dengan dolar ya dengan real," tutur Menag Lukman Hakim, Jakarta, Rabu (23/1).

Di Indonesia, sangatlah tergantung dengan kurs tersebut, kalau kurs rupiahnya menguat tentu rupiah akan lebih murah, tetapi jika rupiah melemah, akan terjadi sebaliknya .

"Ya tidak ada pilihan lain dibanding tahun sebelumnya tentu akan lebih besar yang harus dikeluarkan oleh jemaah," ucap Menag.

Lukman juga menggambarkan analogi perbandingan BPIH di tahun lalu, seperti tahun 2018 kemarin, ketika biaya BPIH sudah ditetapkan oleh Menag.

"Kurs rupiah tahun lalu per 1 dolar adalah sekitar 13 ribuan kalau tidak salah, sekarang sudah14ribu sekian, jadi sudah sekitar seribu selisihnya," ucap Menag.

Menag menambahkan, kuota haji Indonesia pada 2019 sama seperti pada 2018, yakni sebesar 221ribu. Angka itu terdiri atas 204ribu haji reguler dan 17ribu haji khusus.

"Lalu teknis pengisian kuotanya juga seperti yang kami lakukan pada tahun ini, yaitu dalam dua tahap, yaitu kuota tahun 2019 ditambah dengan cadangan sebesar 5 persen dari jemaah yang ditentukan berangkat pada 2020," kata Lukman. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo