Sabtu, 28 Januari 2023
07 Rajab 1444 H
Home / Ekbis / Fasilitasi Sertifikasi Halal UMK, LPPOM MUI Gelar Festival Syawal
Foto dok. Pexels
LPPOM MUI Dorong UMK Berdaya Saing Tinggi

Sharianews.com, Jakarta - Dalam rangka mendorong daya saing para pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK), Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) menyelenggarakan Festival Syawal LPPOM MUI.

Festival bertema Tingkatkan Daya Saing UMK melalui Sertifikasi Halal yang Mudah dan Terpercaya ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia selama kurun waktu bulan Syawal 1442 H, tepatnya pada 22 Mei hingga 12 Juni 2021.

Direktur Eksekutif LPPOM MUI Muti Arintawati mengatakan program ini merupakan bentuk kepedulian LPPOM MUI kepada pelaku UMK untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah produknya.

“LPPOM MUI, yang telah berkecimpung di dunia sertifikasi halal selama 32 tahun, selalu memberikan dukungan kepada semua pelaku usaha. Tak hanya kepada perusahaan besar, tetapi juga dari sektor UMK,” jelasnya, Jumat (21/05).

Festival Syawal juga merupakan bentuk komitmen LPPOM MUI untuk terus mendukung pemerintah dalam meningkatkan jumlah produksi produk halal Indonesia, yang diharapkan kelak dapat bersaing hingga ke kancah global.

Dalam program ini, LPPOM MUI memberikan fasilitas sertifikasi halal kepada sejumlah pelaku UMK dari 34 provinsi di Indonesia. Tak hanya itu, pelaku UMK juga mendapatkan bimbingan teknis (Bimtek) sertifikasi halal, yang meliputi pengenalan sertifikasi halal hingga bimbingan dalam menggunakan sistem sertifikasi halal online CEROL-SS23000.

“Pemberian Bimtek ini berkaitan dengan pentingnya persiapan sertifikasi halal dalam proses dan pasca sertifikasi halal. Persiapan menjadi kunci keberhasilan tahapan selanjutnya. Pelaku usaha harus memahami benar hal-hal apa saja yang perlu disiapkan sebelum melakukan proses sertifikasi halal,” terang Muti.

Indonesia memiliki potensi yang besar untuk menjadi produsen produk halal terbesar di dunia. Besarnya potensi ini dapat dilihat pada data Kementerian Perdagangan tentang jumlah ekspor produk halal periode Januari-Februari 2021 ke negara-negara yang termasuk ke dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Di sektor makanan olahan sejumlah 130,46 juta dolar AS, kosmetik sejumlah 11,75 juta dolar AS, dan obat-obatan 4,94 juta dolar AS. Jumlah ekspor ketiga sektor tersebut lebih tinggi dari jumlah impor, sehingga dapat dikatakan neraca perdagangan Indonesia mengalami keuntungan.

Dalam hal ini, tak dapat dimungkiri sektor pelaku UMK memiliki peran yang besar dalam perkembangan ekonomi di Indonesia. Data Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) mencatat usaha mikro di Indonesia sebanyak 98,74 persen. Kemudian dilanjutkan dengan usaha kecil sebanyak 1,15 persen.

Hal ini menjadi peluang Indonesia yang harus dioptimalkan. Salah satu hal yang perlu dilakukan adalah meningkatkan daya saing dan nilai tambah pada produk UMK untuk memperluas jangkauan pemasaran produk. Beberapa poin yang harus diperhatikan adalah dari segi kualitas, desain, kemasan brand, dan sertifikasi halal.

Rep. Aldiansyah Nurrahman