Kamis, 21 Maret 2019
15 Rajab 1440 H
x
FOTO I Dok. sharianews.com
Masalah ekonomi sehingga orangtua tidak mampu menyediakan kebutuhan anak berupa pendidikan yang layak dan kebutuhan pangan sehari-hari.

Sharianews.com, Pemergokan sepuluh anak di bawah umur terjadi di bangunan kosong jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Turikale, Maros, lantaran ketahuan ngelem atau menghirup uap lem untuk mendapatkan sensasi mabuk.

Akhinya sepuluh anak tersebut yang berinisial RZ (15), MF (15), VD (10), MY (16), DD (15), MF (13), FD (14),AS (16), IR (15), dan SN (17) diserahkan ke Dinas Sosial setempat, kamis (21/2/19).

Bahaya dari aktivitas mabuk dengan menggunakan lem ini, ternyata menimbulkan korban kejahatan seksual berupa pemerkosaan pada siswi SMP.

Sebagaimana yang dilaporkan oleh detik.com, didapati seorang siswi SMP di Jombang dipaksa ngelem oleh tiga remaja 17 tahun di bangunan kosong hingga tidak sadarkan diri (13/2). Pada kondisi tidak berdaya tersebut dimanfaatkan para pelaku untuk memerkosa korban.

Melihat banyaknya para remaja yang melakukan hal tidak pantas tersebut (ngelem), Ketua Ikatan Psikolog Klinis Kalimantan Selatan Psikolog FK ULM, Sukma Noor Akbar memaparkan penyebabnya.

Menurutnya, penyebab permasalahan kenakalan remaja tersebut, biasanya terbagi dua yaitu masalah psikososial akibat hubungan yang tidak harmonis di dalam keluarga. kemudian kurangnya kepedulian dan perhatian orangtua. Kedua, masalah ekonomi sehingga orangtua tidak mampu menyediakan kebutuhan anak berupa pendidikan yang layak dan kebutuhan pangan sehari-hari.

"Permasalahan dan karakteristik remaja bisa membuat remaja sangat rawan terjerumus hal yang negatif seperti inhalen atau ngelem," ujar Sukma beberapa waktu lalu.

Ia melanjutkan faktor lainnya karena adanya sebuah anggapan bahwa aktivitas ngelem adalah keren, gaul serta eksis. Sehingga tanpa berpikir dampak, membuat anak melakukannya.

Disamping itu, disebutkan pula oleh Sukma bahwa aktivitas ngelem diduga bentuk pelarian diri dari permasalahan pada anak. Mirisnya, budaya ini seperti biasa ditemukan dan sangat terang-terangan dilakukan oleh anak kecil sekalipun. Selain dapat diperoleh dengan mudah harganya pun sangat terjangkau ketimbang narkoba.

"Ini tentunya menjadi ancaman bagi anak di bawah umur bagi masa depannya," tambah dia.

Reporter: Fathia Editor: Munir Abdillah
#psikolog