Sabtu, 26 September 2020
09 Ṣafar 1442 H
Home / Keuangan / Ethis Tawarkan Sistem Keamanan Properti Syariah
CEO Ethis, Ronald Wijaya menjelaskan, bahwa skema syariah tersebut harus realistsik.

Sharianews.com, Jakarta ~ Perusahaan fintek Peer to Peer (P2P) lending syariah, Ethis yang bergerak dalam pembiayaan pembangunan untuk pembiayaan proyek properti syariah menawarkan keamanan di tengah maraknya kasus property syariah fiktif.

CEO Ethis, Ronald Wijaya menjelaskan, bahwa skema syariah tersebut harus realistsik. Hal itu bisa dilihat dari harga rumah yang dijual.

Baca juga: Ethis Ajak Kaum Milenial Berinvestasi Melalui Pembiayaan Proyek Properti

"Bila ada yang menjual rumah seharga Rp88 juta seperti kasus property syariah bodong, itu jelas-jelas tidak realistsis. Rumah subisisdi saja Rp145 juta. Ini dijual hampir setengahnya, jangan tergiur dengan hal seperti itu,” katanya menegaskan, di FX Sudirman, Jakarta, Selasa (21/1).

Selama lima tahun berdiri, Ethis terus mengembangkan sistemnya. Esthi juga memastikan proyeknya tidak mengalami fraud. Sebagai platform, Ethis bertugas melakuakn scoring developer, termasuk scoring proyek.

Lebih lanjut, Ronald menerangkan, Ethis biasanya melakukan penggalangan dana untuk suatu proyek selama satu bulan. Bila sampai akhir bulan tidak terkumpul 50 persen dari target yang ditentukan, maka otomatis proyek tersebut batal.

Karena Ethis sudah diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sesuai dengan aturan OJK maka Ethis tidak menerima uang penggalangan dana. Uang yang diberikan investor masuk ke dalam virtual account. Sehingga, bila proyek tersebut batal, maka uang nasabah dikembalikan dan proyeknya dinilai tidak menarik.

Sementara, bila pendanaan sudah terkumpul 90 persen sampai dengan akhir bulan, maka Ethis biasanya akan memperpanjangnya

“Biasanya kita drop dulu, baru kita angkat alagi. Kita sampaikan kepada investor proyek tersebut dananya sudah terkumpul 90 persen, apa ada yang mau top up. Karena 90 persen itu cukup membuktikan proyek ini menarik, peminatnya banyak tapi mungkin jangka waktunya kurang panjang,” papar Ronald.

Sejak berdiri, Ethis telah mendirikan lebih dari 8.400 unit rumah yang tersebar di seluruh Indonesia. Di antaranya, Jabodetabek, Palu, Palembang, Jambi, Sumedang dan Bali. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo