Selasa, 20 Agustus 2019
19 Thu al-Hijjah 1440 H
Home / Ekbis / Era Baru untuk Keuangan Syariah Terhadap Investasi Dampak SDGs
Sophie Kemkhadze, Wakil Perwakilan Residen UNDP Indonesia (foto/dok)UNDPIndonesia
Hal tersebut diinisiasi sebagai bagian dari Konferensi Keuangan Islam Tahunan (AIFC) ke-4 yang diadakan oleh Kementerian Keuangan Indonesia pada 24-25 Juli 2019 mendatang, dengan tujuan guna mendukung pemodal Islam dan memberi dampak kepada investor dalam membangun kapasitas untuk merebut peluang investasi baru secara berkelanjutan area pengembangan.

Sharianews.com, Jakarta ~ UN Development Programme (UNDP) menggelar training program dampak investasi bagi Sustainable Development Goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan untuk para praktisi keuangan syariah dengan tema 'The New Chapter for Islamic Finance'.

Hal tersebut diinisiasi sebagai bagian dari Konferensi Keuangan Islam Tahunan (AIFC) ke-4 yang diadakan oleh Kementerian Keuangan Indonesia pada 24-25 Juli 2019 mendatang, dengan tujuan guna mendukung pemodal Islam dan memberi dampak kepada investor dalam membangun kapasitas untuk merebut peluang investasi baru secara berkelanjutan area pengembangan.

“UNDP akan terus membangun kapasitas yang diperlukan di tingkat negara, regional, dan global dalam Keuangan Islam seperti yang kami lakukan tahun lalu dengan tema khusus yaitu memobilisasi keuangan Islam untuk SDGs, dan sekarang kami bergerak maju ke bidang investasi dampak (impact investing)," kata Sophie Kemkhadze, Wakil Perwakilan Residen UNDP Indonesia dalam press release yang diterima Sharianews, Jumat (12/7).

Ia menambahkan, acara yang dihelat selama 2 hari pada tanggal 10-11 Juli kemarin akan menjadi sangat penting bagi kolaborasi masa depan dalam memajukan keuangan Islam dan dampak investasi untuk mempercepat pencapaian SDGs.

Dalam beberapa tahun terakhir, dampak investasi telah muncul untuk menarik minat global. Dengan dampak investasi tersebut ada penawaran alternatif dalam mengatasi kekhawatiran untuk mengukur setiap investasi yang dihabiskan di bidang sosial, keuangan, dan lingkungan.

Selanjutnya, kenaikan dari dampak investasi naik dengan lonjakan yang luar biasa di sektor keuangan Islam, karena aset keuangan syariah diperkirakan akan mencapai $3,8triliun pada tahun 2023 dengan pertumbuhan rata-rata 10 persen secara global.

Pada catatan Global Islamic Finance Report (GIFR), Indonesia berada di peringkat ke-6 dalam konteks negara perbankan dan keuangan Islam bersama dengan kepemimpinan industri, dan dengan hanya 5,3 persen dari aset aset pengaduan syariah.

Dengan potensi besar yang belum tersentuh, menggabungkan keuangan Islam dengan dampak investasi akan menciptakan pertumbuhan yang kuat jika didukung dengan tingkat keterlibatan yang tinggi dalam keuangan Islam.

Pelatihan ini disampaikan oleh para praktisi Keuangan Islam dan dampak Investasi yang terkenal secara global. Sebagai gambaran umum, pelatihan ini menekankan pada kapasitas untuk menerapkan instrumen Keuangan Islam dalam lanskap Investasi yang berwarna, berdasarkan prinsip Syariah dan kerangka pengukuran dampak.

Ke depan, pelatihan ini diharapkan menjadi sangat penting bagi para Ahli Keuangan Islam dan praktisi Investasi dampak untuk bekerja sama dalam memperluas ukuran industri dan menciptakan dampak yang lebih berkelanjutan untuk pencapaian SDGs di Indonesia.

Di tempat yang sama, Kepala Pusat Kebijakan Sektor Keuangan, Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan, Ayu Sukorini menjelaskan keuangan Islam diposisikan dengan sangat baik sebagai kerangka kerja untuk dampak investasi karena prinsip etika dan pertimbangan moral yang mendasarinya, meskipun kontribusi keuangan syariah dalam investasi dampak masih sangat terbatas, termasuk di Indonesia.

"Semoga pelatihan ini akan menjadi jaringan yang menghubungkan kita bersama, membangun kapasitas kita untuk meraih peluang investasi yang mendukung pencapaian SDGs. Akan ada lebih banyak proyek yang didanai oleh keuangan Islam untuk investasi yang lebih berdampak, menuju masa depan yang lebih cerah," ucap Ayu. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo