Minggu, 1 November 2020
16 Rabi‘ al-awwal 1442 H
Home / Ekbis / Empat Sektor Rencana Pengembangan Ekonomi Syariah di Jawa Timur
Foto dok. Pexels
Berbagai sektor ekonomi syariah terus dilakukan dengan serangkaian program pendukungnya.

Sharianews.com, Jakarta - Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah, Manajemen Eksekutif, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Sutan Emir Hidayat mengatakan Pengembangan ekonomi syariah terus dilakukan di Jawat Timur.

Berbagai sektor ekonomi syariah terus dilakukan dengan serangkaian program pendukungnya. Beberapa rencana terkait pengembangan ekonomi syariah diciptakan diberbagai sektor yang ada di Jawa Timur agar ekonomi syariah berkembang.

Setidaknya terdapat empat sektor yang ada dalam rencana pembangunan ekonomi syariah di Jawa Timur.  Pertama terkait sektor pariwisata ramah muslim. Jawa Timur menggenjott sektor ini dengan mengembangkan pariwisata ramah muslim yang mencakup ketersediaan makanan dan minuman halal di lokasi wisata, lalu memberikan kemudahan fasilitas untuk bersuci dan beribadah, serta mengembangkan sarana, fasilitas, dan pelayanan tidak bertentangan dengan norma-norma kesusilaan dan nilai syariah.

Kedua, sektor fesyen muslim. Untuk mendukung sektor ini, Jawa Timur menyelenggarakan promosi atau pameran berskala internasional, menyelenggarakan program pelatihan ekspor, menyelenggarakan program fasilitasi penerbitan Surat Keterangan Asal, dan mengadakan program penghargaan eskportir berprestasi.

Kemudian sektor yang ketiga adalah sektor makanan dan minuman, serta produk halal. Jawa Timur akan menngembangkan sektor itu dengan penguatan kualitas produk KUKM diantaranya dalam bentuk fasilitas standarisasi KUKM dengan jenis standarisasi terdiri dari standarisasi halal, SNI, ISO dan merk.

“Lalu, peningkatan daya saing komoditi peternakan untuk mengoptimalisasi peningkatan kualitas mutu produk, pemasaran hasil dan penambahan unit usaha produk hewan yang memenuhi standar aman, sehat, utuh dan halal,” jelas Emir, dalam webinar Membangun Daerah dengan Ekonomi Syariah yang diselenggarakan Universitas Trunojoyo Madura, Selasa (06/10).

Keempat atau yang terakhir terkait dengan pengembangan sektor keuangan syariah. Serangkaian rencana akan dilakukan untuk mendorong sektor ini, diantaranya mendorong spin-off Bank Jatim Syariah paling lambat pada 2023 sehingga sesuai dengan syarat yang termuat dalam Undang-Undang No. 21/2008 tentnag perbankan syariah.

Kemudian, mendorong peranan koperasi sebagai salah satu pilar penyangga perekonomian di Jawa Timur khususnya Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah/BMT dalam mendukung infrastruktur keuangan mikro pembiayaan syariah dalam meningkatkan program inklusi keuangan syariah.

“Kita sama-sama mengetahui di Jawa Timur banyak kisah-kisah sukses BMT yang mampu memberdayakan masyarakat,” ujar Emir.

Lalu untuk mendukung sektor keuangan syariah juga dilakukan digitalisasi koperasi syariah, melalui aplikasi sistem informasi pembelajaran dan peningkatan wawasan perkoperasioan (Si Jawara) dan Toko online milik koperasi, serta kolaborasi dengan berbagai pihak seperti e-commerce.

Rep. Aldiansyah Nurrahman