Jumat, 15 November 2019
18 Rabi‘ al-awwal 1441 H
Home / Sharia insight / Ekonomi Syariah dalam Pemberdayaan Masyarakat Pascabencana di Rukem, Purworejo
FOTO IDok. pribadi
Masyarakat di dusun ini awalnya sangat erat dengan kejawen. Mereka jarang melakukan ibadah-ibadah wajib agama Islam.

Sharianews.com, Purworejo Pada suatu malam di bulan Ramadan 2016, warga di Dusun Rukem ditimpa musibah tanah longsor. Sebanyak 11 titik longsor, 25 rumah rusak berat dan 4 orang menjadi korban jiwa pada musibah ini. Akses jalan dusun sepanjang 2 km ke jalan utama desa juga tertutup longsoran tanah berbatu.  Dusun Rukem merupakan suatu dusun di Desa Sidomulyo, Kecamatan Purworejo. Letaknya yang tidak jauh dari pusat Purworejo dan dekat dengan jalan nasional membuat Rukem mudah diakses. Namun kondisi geografis yang berbukit dan jarak antar rumah yang berupa hutan di bukit membuat dusun ini masih termarjinalkan.

Rumah warga di dusun ini rata-rata beralaskan tanah dan berdinding anyaman bambu. Fasilitas toilet pun tak dimiliki oleh semua rumah di dusun ini. Pendapatan mereka pun rata-rata Rp. 1,345,000 per bulan. Masyarakat di dusun ini awalnya sangat erat dengan kejawen. Mereka jarang melakukan ibadah-ibadah wajib agama Islam. Tidak hanya kemiskinan ekonomi, tapi juga kemiskinan religiusitas dialami oleh masyarakat disini.

Setelah longsor, banyak bantuan berdatangan ke dusun ini. Banyaknya bantuan berupa barang konsumtif seperti mie instan dan pakaian bekas membuat jumlahnya menjadi overload. Sedangkan kebutuhan lain seperti suplai air bersih dan MCK (mandi cuci kakus) pasca bencana masih terabaikan.   

Tim dari suatu lembaga pengelola dana sosial Islam kemudian melakukan pengamatan di lokasi pasca longsor untuk mengetahui apa saja yang dibutuhkan masyarakat saat itu. Tim pengelola mendapati bahwa bantuan produktif dan jangka panjang kurang belum tersedia saat itu.

Selanjutnya, tim juga menerjunkan bantuan kesehatan, trauma healing pasca bencana untuk anak-anak dan orang tua, dan pembangunan MCK. Selain itu, bantuan berupa saluran air bersih, perpustakaan mini dan renovasi musala juga dibangun guna keperluan jangka panjang di dengan mengoptimalkan seluruh warga Rukem secara gotong royong. Bantuan ini terselenggara atas kerjasama perbankan syariah dengan lembaga pengelola dana sosial islam.

Bantuan jangka panjang lainnya yang diberikan oleh lembaga pengelola dana sosial Islam ini adalah adanya dai pendamping. Dai ini bertugas untuk menjaga nilai-nilai Islam di masyarakat, salah satunya dengan mengajar ngaji anak-anak dan masyarakat di Dusun Rukem.

Permberdayaan (empowerment) menurut WorldBank bermakna perluasan aset dan kemampuan seseorang untuk berpartisipasi secara efektif di masyarakat, bernegosiasi, mempengaruhi, dan menguatkan kehidupan mereka. Pemberdayaan sangat diperlukan untuk menguatkan masyarakat yang lemah, dalam hal ini ekonomi, relijiusitas, psikologi, dan lain-lain. Korban bencana alam seperti warga di Dusun Rukem ini, termasuk dalam kategori masyarakat yang lemah. Oleh karena itu, korban bencana alam rentan dengan ancaman pendangkatan akidah dan kemiskinan.

Sebuah penelitian selama 6 hari dilakukan untuk melihat dampak bantuan dari dana sosial Islam terhadap kemandirian masyarakat di Dusun Rukem pasca bencana. Hasilnya, tingkat religiusitas warga mengalami kenaikan. Yang awalnya jarang mengaji, kini anak-anak kecil ikut meramaikan musala. Remaja dan masyarakat juga rajin meramaikan musala setiap pekannya.

Setelah berjalan sekitar 3 tahun terakhir, program pemberdayaan masyarakat di Dusun Rukem mendapat sambutan hangat dari seluruh lapisan masyarakat. Langkah dan lantunan merdu kitab suci Al Quran yang dibaca dan dihafalkan oleh anak-anak menghidupkan suasana sore di Rukem setiap hari. Mereka belajar di musala yang dilengkapi dengan perpustakaan mini yang dibangun melalui dana sosial keagamaan.    

Bantuan fisik dari dana sosial Islam seperti renovasi musala, air bersih dan MCK, serta perpustakaan mini berkontribusi dalam peningkatan frekuensi beribadah masyarakat. Selain itu, adanya dai pendamping yang peduli dan perhatian kepada warga Rukem juga berperan dalam penyebaran dakwah di Rukem. Masyarakat yang awalnya memiliki kesenian yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam, kini menggantinya dengan hadrah. Pemberdayaan ekonomi juga mulai diterapkan di Rukem. Salah satunya dengan program penggemukan kambing yang dikelola oleh warga. Nantinya, hasil dari peternakan ini akan digunakan untuk membiayai operasional kegiatan musala.

Pemberdayaan masyarakat lokal ini telah terbukti memberi dampak positif pada masyarakat setempat. Pemerintah setempat pun mendukung upaya pemberdayaan masyarakat pasca bencana melalui pendekatan religi.

Dengan adanya pemberdayaan desa melalui optimasi keuangan sosial Islam, Indonesia dapat bangkit lebih cepat pasca bencana karena bantuan langsung tersalurkan tanpa menunggu lama karena melewati sistem birokrasi yang rumit. Selain itu, pemberdayaan desa juga dapat memberikan pencegahan terhadap pendangkalan akidah yang sering terjadi di lokasi-lokasi bencana. Upaya pemberdayaan ini diharapkan dapat mencetak generasi-generasi Robbani dari daerah masyarakat setempat, khususnya yang termarginalkan seperti di Rukem.

oleh: Yekti Mahanani editor: Achi Hartoyo