Jumat, 22 Maret 2019
16 Rajab 1440 H
x
Ilustrasi. Zakat dalam SDGs. Foto|Dok. Baznas
Zakat adalah salah satu instrumen ekonomi syariah yang bisa diarahkan untuk mencapai SDGs, terutama jika distribusinya tepat sesuai asnaf

Sharianews.com, Jakarta~ Ekonomi keuangan syariah memiliki potensi yang besar dalam menyukseskan program SDGs (sustainable development goal/tujuan program berkelanjutan), mengingat ekonomi syariah secara sistem dapat mendukung dalam pengentasan kemiskinan.

Hal tersebut diutarakan oleh rektor Universitas Bengkulu, Ridwan Nurazi di sela SDGs Center Forum di Jakarta, Senin (21/1).

"Ekonomi syariah menurut saya sangat bisa dan mendukung program kemiskinan, kan di situ ada zakat, ekonomi tanpa bunga, saya pikir itu bagian mode of action-nya saja," ujarnya kepada sharianews.com.

SDGs sendiri adalah kesepakatan anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mewujudkan 17 tujuan pembangunan dunia untuk kehidupan manusia yang lebih baik. Sebanyak 17 tujuan pembangunan ini dibagi menjadi 169 capaian yang terukur baik bagi manusia maupun lingkungan.

Menurut Ridwan, sistem ekonomi syariah adalah sistem yang bisa menuntaskan kemiskinan sekaligus menjaga lingkungan.

Menurut Ridwan, zakat adalah salah satu instrumen ekonomi syariah yang bisa diarahkan untuk mencapai SDGs, terutama jika distribusinya tepat sesuai asnaf.

Pada pertengahan 2018 Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama dengan Filantropi Indonesia dan UIN Syarif Hidayatullah menyusun buku “Fikih Zakat on SDGs”.

Buku tersebut diharapkan bisa menjadi panduan bagi pengelola zakat, sekaligus menegaskan bahwa zakat memang ditujukan untuk masalah-masalah yang juga ingin diatasi dalam SDGs itu.

Menurut dia, Indonesia juga bisa memelopori sekaligus menggerakkan dan mengampanyekan gerakan zakat di negara-negara Islam untuk terlibat dan berpartisipasi aktif dalam pencapaian SDGs.

Saat meluncurkan buku ini, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan konsep keuangan Islam adalah menyeimbangkan antara risiko dengan cara yang adil dan transparan.

Dengan melakukan prinsip-prinsip, zakat dapat menghubungkan antara keuangan dan ekonomi riil.

Menurut Menteri Bambang, semua dampak positif zakat sangat relevan dengan upaya pencapaian SDGs.

Sebagai sebuah sistem, zakat membantu merangsang aktivitas ekonomi dan kewirausahaan untuk mengatasi kemiskinan dan ketidaksetaraan, menjamin stabilitas keuangan dan sosial serta mempromosikan pengembangan manusia yang komprehensif dan berkeadilan.  

Apalagi dalam konteks pengentasan kemiskinan, zakat Indonesia mempunyai potensi yang sangat besar.

“Dengan populasi muslim yang besar, dana zakat yang bisa dikumpulkan juga sangat besar,” ujar dia.

 

 

 

Reporter: Romy Syawal Editor: nazarudin