Sabtu, 6 Maret 2021
23 Rajab 1442 H
Home / Global / Ekonomi Islam Global Tumbuh, Banyak Lembaga Tawarkan Gelar Sarjana Keuangan Islam
FOTO | Dok. IE bussiness shool
Sebuah keharusan untuk memiliki pengetahuan tentang keuangan Islam. Karena, jika Anda bekerja untuk, katakanlah Citibank, pada titik tertentu mungkin akan ada penjualan sukuk (obligasi Islam).

Sharianews.com, Jakarta. Menurut laporan Islamic Finance Development  yang dirilis oleh the Islamic Corporation for The Development of The Private Sector (ICD) dan Thomson Reuters (2017), secara global jumlah lembaga yang menawarkan studi untuk gelar akademis tentang keuangan Islam telah meningkat dari 141 pada tahun 2014, menjadi 191, atau bertambah sekitar 26,18 persen pada tahun 2016.

Salah satu penyebabnya adalah pertumbuhan pada sektor keuangan Islam itu sendiri. Saat ini ada sekitar 1.407 lembaga keuangan Islam secara global. Adapun nilai aset industri keuangan Islam diperkirakan mencapai USD 2,2 triliun pada 2016 dan diperkirakan akan tumbuh menjadi USD 3,8 triliun pada 2022.

Dengan alasan yang sama, University of Reading telah meluncurkan gelar akademis strata dua atau Master of Sciance (M.Sc) untuk perbankan dan keuangan Islam di 2008 di Inggris dan Malaysia. Sementara, sekitar 39 persen pendaftar pada 2018 ini kebanyakan berasal dari negara Malaysia.

Enam tahun setelahnya, Madrid IE Business School, menyusul dengan menciptakan gelar master untuk keuangan Islam pada 2014. Studi ini hanya disediakan di Arab Saudi yang bekerja sama dengan ICD melalui program pengembangan bakat selama dua tahun.

Gelar Sarjana Ekonomi Islam Sebagai Syarat

Direktur Pusat IE untuk Ekonomi dan Keuangan Islam Saudi-Spanyol, Celia De Anca, menuturkan bahwa besarnnya peminatan terhadap gelar master dalam studi keuangan Islam, dikarenakan beberapa manajer telah menuntut syarat bagi para calon karyawan memiliki pengetahuan khusus tentang keuangan syariah.

“Ini adalah sebuah keharusan untuk memiliki pengetahuan tentang keuangan Islam. Karena, jika Anda bekerja untuk, katakanlah Citibank, pada titik tertentu mungkin akan ada penjualan sukuk (obligasi Islam). Banyak lulusan keuangan Islam IE bekerja di perdagangan, pembiayaan proyek, manajemen aset, dan perbankan swasta,”katanya.

Sementara itu, sarjana keuangan Islam berasal dari Malaysia, Abdullah Hidayat Mohamad mengakatakan, di antara alasan para manajer di lembaga keuangan syariah hanya mempekerjakan seseorang yang telah memiliki gelar kesarjanaan ekonomi Islam karena dianggap telah mempunyai kredibilitas di bidang tersebut.

“Karenanya saya mencari gelar kesarjanaan ekonomi Islam, dan saya telah menyelesaikan kursus di IE tahun lalu serta telah mendirikan Social Finance Sdn Bhd, sebuah konsultan keuangan Islam di Kuala Lumpur. Sebelumnya, saya bekerja di perusahaan manajemen aset,”ujar pria berusia 35 tahun ini.

Berbeda dengan alasan Mohammad, mahasiswa keuangan Islam pada Durham University Business School di Inggris asal Indonesia, Lukman Hakim menuturkan, alasan dirinya mencari gelar akademis ekonomi Islam karena dilandasi penilaian bahwa keuangan konvensional memiliki masalah dengan transparansi dan keadilan.

“Dan, saya pikir masalah itu dapat diatasi dengan prinsip ekonomi syariah, yang saya percaya dapat mendorong kita untuk melakukan bisnis secara moral dan etis,” papar pria yang berencana akan bekerja di industri keuangan syariah setelah dirinya menyelesaikan studi ini. (*)

 

 

Reporter : Emha S. Asror Editor : Ahmad Kholil